Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Menyesap Kopi di Suatu Pagi

©️ anonym

Mari, kuajak kau
menuang kopi pada selembar lepek
agar semua bebanmu-bebanku
larut dalam tiap tetes pekatnya

Hingga akhirnya kita tuntaskan dahaga
pada kuncup-kuncup bahagia
menunggu di akhir waktu
yang tetap saja bisu

Oleh Sektor Sembilan
(kebun rojo-jombang)


https://www.puisipendek.net/menyesap-kopi-suatu-pagi
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(Belum ada yang menilai)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Tentang Penulis

Gambar Puisi Tentang Menyesap Kopi di Suatu Pagi

Contoh Puisi 3 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Drama kiriman Denza Perdana.

Drama

Kalau hidup itu instan, nyatanya tidak demikian. Harapan selalu ada dan doa tidak terjawab saat itu juga. Hidup sekali-kali memang dramatis, sedangkan drama selamanya harus logis.

Kata orang, logisnya apa yang >>…

Puisi Kehidupan, Puisi Sahabat

Selanjutnya Puisi Kehidupan berjudul Pemimpin Terakhir dari PencilSpirit.

Pemimpin Terakhir

Sudut bibirmu selalu naik,
Sikapmu ramah begitu simpatik,
Pun ketika kau usap wajah dari baunya ludah,
Juga saat darah mengalir di wajahmu yang lelah,

Bila saat itu kami disana, kuatkah menahan >>…

Terima kasih PencilSpirit, anonym, Denza Perdana atas kirimannya.

Puisi Kontemporer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Menyesap Kopi di Suatu Pagi

Negeri Fantasi
Negeri Fantasi

bukankah pada kelopak matamu yang bening,
negeri mimpiku dimulai?

menyusuri tiap teori abstrak
tak terumus; melambat, menjemu
membunuhi kenangan
di ujung gerutu.

Dalam bahasa inggris puisi diatas artinya :

“Fantasy Land”

In your eyelids >>…

Tanya
Tanya

Ada dunia disekitarmu
Ada dirimu di keasingan itu
Laksana mentari berganti rembulan
Begitulah kedatangan berganti kepergian

Penahkah kembali kau hitung waktumu
Yang telah terbuang tanpa ada satu setan pun yang tahu?
>…

Hingga Akhir Waktu
Hingga Akhir Waktu

Bila sampai waktu ku tiba tak jua kau temukan bahagia…
Pilih lah jalan yg lebih indah untukmu..
Karna ku bukan lah yg sempurna
Dan jangan pernah kau bersedih karnanya

Tapi,,
Tersenyumlah >>…