Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status.

Kirim Puisi Sekarang
MENU
Dengar Puisi Bacain Puisi Nilai Download Kutipan Komentar

Melepas Senja

©️ Dhanur

Menilik sepohon tua dari balik bilik
Dedaunan berguguran
Menumpuk layaknya sampah yang membusuk
Dengan warna merah tua dari cahaya di penghujung senja
Yang hangat nya menusuk hingga tulang rusuk

Sulit rasanya ketika aku mengira
bahwa Waktu terus saja berlalu tanpa aku tahu apapun
Kecuali bayang bayang yang datang untuk menghilang

Duka nestapa memeluk hampa
yang kau tinggal begitu saja
Entah salah siapa
Tapi aku merasakan luka

Masih ingatkah kau
Bagaimana dulu kita saling mengikat
Menggenggam erat dalam dekapan kasih
dan ikrar cinta yang masih hangat untuk ku ingat

Aku tak lagi bisa berkata kata
Bahkan setelah kau mengenal dia
dan semua tanya habis begitu saja
ditelan oleh rasa, mungkin

Lamunan sore itu membunuh setiap detik yang berlalu
dan perasaanku takubahnya kepadamu
Menanti, seandainya rindu memanggilmu kembali kepadaku

Sampai senja mencapai batas usianya
Jemariku berdansa diujung gelisah
Melukis semua resah dalam aksara
Memandang luka dengan air mata


https://www.puisipendek.net/melepas-senja
Nilai
3
4 Penilai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(4 votes, average: 3,25 out of 10)
Loading...

Versi Audio

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Tentang Penulis

Gambar Puisi Tentang Melepas Senja

Puisi Tentang Senja 7 Bait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puisi tentang Putus Cinta - Puisi Tentang Melepas Senja 7 Bait Oleh Dhanur adalah contoh kumpulan puisi tentang putus dengan kekasih atau orang yang dicintai, ribuan kata kadang ingin disampaikan guna menggambarkan betapa berharga dirinya untuk kita. Puisi Putus Cinta menjadi saksi dimana kata-kata itu berhamburan bagai bunga dandelion yang ditiup, kadang juga seperti pesta kembang api ditengah malam yang paling gelap. Namun putusnya cinta tak membuat putus urat nadi atau putusnya kreatifitas, justeru saat

Puisi tentang Senja - Puisi Senja sajak menjelang petang yang selalu menjadi tren penulis puisi. Puisi Tentang Melepas Senja 7 Bait Oleh Dhanur Juga menceritakan Matahari yang mulai tenggelam di cakrawala menjadi pemandangan indah nan mempesona. Menarik siapapun ingin menikmatinya, meski momen itulah yang mengantarkan kita pada gelapnya malam.Senja mewarnai horizon dengan warna merah jingga, membuat matahari yang terik menjadi hangat. Pantai menjadi tempat favorit menikmati ujung sore dan awal ma


Terkait Gambar Puisi Melepas Senja

Akhir yang Bimbang
LARA SENJA (tentang masa lalu yang kelam)
Sampan usang

Puisi ini telah memenuhi syarat untuk publikasi, seperti halnya puisi berjudul wejangan isteri karya singantoko. Selanjutnya silahkan simak puisi Putus Cinta berjudul Penyakit Bangsa karangan Zainab Baudin dan kami harapkan apresiasi para pembaca dengan memberi nilai.

Tak lupa kami ucapkan terima kasih pada para pembaca atas apresiasinya terhadap puisi Zainab Baudin, Dhanur, singantoko yang kami publikasikan. Kami berharap sajak-sajak mereka terus memberi inspirasi dan memperluas ruang imajinasi kita semua.