Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi Pendek - Singkat dibawah.

Kirim Puisi Sekarang
Menu

Melepas Senja

Pada

Menilik sepohon tua dari balik bilik
Dedaunan berguguran
Menumpuk layaknya sampah yang membusuk
Dengan warna merah tua dari cahaya di penghujung senja
Yang hangat nya menusuk hingga tulang rusuk

Sulit rasanya ketika aku mengira
bahwa Waktu terus saja berlalu tanpa aku tahu apapun
Kecuali bayang bayang yang datang untuk menghilang

Duka nestapa memeluk hampa
yang kau tinggal begitu saja
Entah salah siapa
Tapi aku merasakan luka

Masih ingatkah kau
Bagaimana dulu kita saling mengikat
Menggenggam erat dalam dekapan kasih
dan ikrar cinta yang masih hangat untuk ku ingat

Aku tak lagi bisa berkata kata
Bahkan setelah kau mengenal dia
dan semua tanya habis begitu saja
ditelan oleh rasa, mungkin

Lamunan sore itu membunuh setiap detik yang berlalu
dan perasaanku takubahnya kepadamu
Menanti, seandainya rindu memanggilmu kembali kepadaku

Sampai senja mencapai batas usianya
Jemariku berdansa diujung gelisah
Melukis semua resah dalam aksara
Memandang luka dengan air mata

Nilai
3.3
3 Penilai

Puisi tentang Putus Cinta - Puisi-puisi putus cinta adalah contoh kumpulan puisi tentang putus dengan kekasih atau orang yang dicintai, ribuan kata kadang ingin disampaikan guna menggambarkan betapa berharga dirinya untuk kita. Puisi Putus Cinta menjadi saksi dimana kata-kata itu berhamburan bagai bunga dandelion yang ditiup, kadang juga seperti pesta kembang api ditengah malam yang paling gelap. Namun putusnya cinta tak membuat putus urat nadi atau putusnya kreatifitas, justeru saat cintanya putus, membua


Selain Gambar Puisi Melepas Senja

Hujan Musim Semi
Suatu Hari…
Sajak Rindu

Puisi ini telah memenuhi syarat untuk publikasi, seperti halnya puisi berjudul wejangan isteri kiriman dari singantoko. Selanjutnya silahkan simak puisi Putus Cinta berjudul Penyakit Bangsa kiriman dari Zainab Baudin dan kami harapkan apresiasi para pembaca dengan memberi nilai.

Tak lupa kami ucapkan terima kasih pada para penulis yaitu Zainab Baudin, Dhanur, singantoko atas kirimannya. Kami berharap mereka terus mengasah bakat dan kemampuan dibidang sastra.