MENU

Malam

©️ Akura Popo

Semesta bersahaja menyalin rupa
Pertanda waktu enggan berdusta
Gulita menjelma tirai cahaya
Perantara masa yang sementara

Gemintang berpadu melebur petang
Melepas surya kembali pulang
Rembulan datang kodrat terulang
Merangkai tenang tanpa penghalang

Tiada sesal dalam gelap
Membuka ruang pijar gemerlap
Mengiringi lelap mendekap harap
Munajat syahdu lirih terucap

Menadah jiwa yang lemah
Karena dunia tak lagi ramah
Padamu lelah rela berserah
Dalam pasrah menanti cerah

Di antara kesunyian melagukan kerinduan
Membuai angan haluan masa depan
Merengkuh tepian menghimpun kekuatan
Mencari jawaban untuk bertahan


https://www.puisipendek.net/malam

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

0

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Tentang Penulis

Gambar Puisi Tentang Malam

Contoh Puisi 5 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Tintaku kiriman nadheadiahayup.

Tintaku

Tintaku

tintaku tak akan habis
dan akan ku tulis
bahan pengabdi rasa
alat perakit asa

tintaku tak akan habis
dan akan ku tulis
cara tuk temukan makna
masak di usia muda

tintaku tak >>…

Puisi Alam

Selanjutnya Puisi Alam berjudul Secercah Cahaya dari Irma Arifah.

Secercah Cahaya

Secercah Cahaya

Tak ada yang tersisa
dari remahan hati antara kita
Satu demi satu menghablur
bersama asa yang telah terlanjur

Dingin malam tak pernah menyampaikan
Jejak perjalanan jiwa kita telah sampai di mana

Purnama >>…

Terima kasih Irma Arifah, Akura Popo, nadheadiahayup atas kirimannya.

@puisipendek_net #puisicinta #puisipendek #puisipatahhati #puisigalau #puisimalam #puisiputuscinta #puisisedih #puisisenja #puisigombal ♬ original sound - PuisiPendek.Net Official

Disebut apakah rima puisi Malam ( a a a a g g g g p p p p h h h h n n n n ) ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Puisi 20 Baris Disini

Terkait Gambar Puisi Malam

Sabda angin

Sabda angin melirih rindu
Pada daun-daun jatuh di musim gugur
Nampak setapak jejak yang hilang
Di rimba terdalam tak bisa pulang

Aku menyatu kedalam temaram
Dalam bentuk rasa pemecah malam
Menebas >>…

Biru kelabu

Kini angin tidak berpihak kepadaku, biru kelabu sudah hari ini.

Tidak ada lagi nyanyian para malaikat sehabis hujan yang kudengar,
Hanya ada kicauan sendu 3 burung kenari di ranting oak >>…

Sejuta Rasa

Dingin terasa menembus jiwa
Dawai asmara hilanglah sudah
Sang raja siang telah pergi
Digantikan lembutnya ratu malam

Angin berhembus melewati celah rumahku
Membawa pesan entah untuk siapa
Ku tatap rembulan dengan >>…