Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi Pendek - Singkat dibawah.

Kirim Puisi Sekarang
Menu

Lima Senja di Tanah Nirwana

Pada

Senja pertama karam di Bumi Cendrawasih
Perlahan beranjak tinggalkan Raja Ampat nan terkasih
Senja kedua terbenam di Pulau Rempah juga Celebes
Menguntai indah bak madu melebur hiasi Bunaken
Senja ketiga kembali temaram di Tanah Borneo
Bertahta di cakrawala khatulistiwa, diiringi mega merah angkasa
Hingga tampak kilau emas di sepanjang Kapuas dan Barito

Senja keempat tenggelam di Pulau Dewata dan Tanah Para Raja
Didamba juga dinanti ribuan pelancong Sanur dan Kuta
Mahadaya senja menggugah semarak di Borobudur dan Prambanan
Senja terakhir meredupkan cahyanya di Pulau Perca
Menggoreskan kenangan di Sungai Musi dan Jembatan Ampera
Membawa mujarab doa dari Serambi Makkah nan bersahaja

Trenggalek, April 2017

Nilai
Penilai
NgacoBukan PuisiGagal PahamKurang GregetPerlu LatihanCoba LagiLumayanBagusBagus SekaliTerbaik (No Ratings Yet)

Puisi tentang Alam - Puisi Alam merupakan kumpulan puisi tentang keindahan alam. Semua orang pasti dapat menikmati berbagai keindahan alam semesta dengan caranya masing-masing, sebagai contoh menikmati pegunungan, sawah ladang, pantai, hutan, sabana, padang rumput bahkan alam yang paling tandus seperti gurun. Bumi dengan segala isinya merupakan keindahan luar biasa dari Sang Pencipta, agar senantiasa kita syukuri. Lewat Puisi tentang Alam, kami kagumi seluruh semesta ciptaan-Nya lewat bait-bait kata.


Selain Gambar Puisi Lima Senja di Tanah Nirwana

Puisi ini telah memenuhi syarat untuk publikasi, seperti halnya puisi berjudul Percikan Bunga Api kiriman dari Zainab Baudin. Selanjutnya silahkan simak puisi Alam berjudul Cintaku mulai mengkabur kiriman dari Shakila Sekar Ayu dan kami harapkan apresiasi para pembaca dengan memberi nilai.

Tak lupa kami ucapkan terima kasih pada para penulis yaitu Shakila Sekar Ayu, Wahyu Eka Nurisdiyanto, Zainab Baudin atas kirimannya. Kami berharap mereka terus mengasah bakat dan kemampuan dibidang sastra.