Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Lelaki itu

©️ Nawangga

Sayupnya benar menyapa
Ada terik yang tertinggal dan jingga mulai bercengkrama
Waktu terus saja merias langit
Sampai ada duka yang terlupa
Lelaki itu tak lagi sendiri
Kata takut pada udara sunyi,ikut terbawa anginya
Dingin yang didambakan kini menjadi tawa berdua dalam gelap..
Aroma yang tetap terjaga dengan rangkulan malam
Sesekali saja dia bertanya pada pagi yang belum sempurna
Meskipun rembulan masih mau menemaninya untuk bermimpi..


https://www.puisipendek.net/lelaki-itu
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(Belum ada yang menilai)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Tentang Penulis

Gambar Puisi Tentang Lelaki itu

Contoh Puisi 1 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Ibuku sayang kiriman Justjoh.

Waktu terus bergulir ibu…
Tapi belum juga engkau memetik hasilnya
Kuncup wangi bungapun belumlah tercium

Apakah aku yang lamban ibu….???
Atau engganka waktu untuk mberikan aku ruang
Atau kurang maksimalka giatku…?! >>…

Puisi Sahabat, Puisi Senja

Selanjutnya Puisi Sahabat berjudul Sajak Edelweis dari Gadis Tanah Ganja.

Kenalilah aku perlahan …
Dimana sajakku terdiam
Seharusnya kau lebih paham

Mendekatlah ….
Tiliklah kelam pupil mataku
Tiada kebohongan jika itu tentangmu

Karena aku adalah Edelweis
Tumbuh mekar di hatimu yang gersang

Aceh, >>…

Terima kasih Gadis Tanah Ganja, Nawangga, Justjoh atas kirimannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Lelaki itu

Tak Semua

Tak semua yang indah itu menyenangkan
Tak semua yang berduri itu menyakitkan
Bicara warna
Bicara rasa
Sulit memang mendefinisikan
Kala itu kita sadar
Ribuan mawar yang tumbuh
Tak semuanya memberi >>…

masa lalu

Tentang masa lalu
masa dimana aku kamu dan dia
menjalin kisah bersama
merajut asa meraih cita
mencoba tuk saling mendewasakan
memahami arti kebersamaan
arti kebahagiaan
arti kesederhanaan
hingga akhirnya
kita >>…

SORE

Kau bawa ikatan setumpuk bunga di tangan
Menyebarkannya pada langit senja
Berharap ia akan menyampaikannya pada sang waktu
Sebuah goresan sarat akan makna kau lukiskan
Sebuah kata “ya” yang kemungkinan >>…