Kumpulan Puisi Puisi Satire Hingga 2022

Dari tahun ketahun kegemaran orang membaca semakin berkurang. Jangankan kok menulis puisi untuk Puisi Satire dengan kata-kata kiasan. Membaca buku saku saja semakin berkurang. Walaupun ini dipengaruhi banyak faktor, tetap saja merupakan kemunduran. Oleh karena itu, kami berusaha untuk memberikan fasilitas melalui jalur penulisan puisi.

Kami telah menyusun kumpulan karya puisi tentang Puisi Satire yang merupakan kiriman para kontributor hingga tahun 2022.

Contoh-contoh puisi Puisi Satire

Aku Sang Munafik
Memajang diri seolah bajik
Sampah!
Aku bingkai seolah rempah
Ku jajakan pada penjajah
Agar tak dinilai murah
Sumpah!
Aku sebenarnya penguasa
Hanya berlagak rakyat jelata
Bernaung di >>…

Masdiyanto
10

Di atas perahu layar berlampu neon
Di bagian lambung, dua tiga orang mulai duduk dan berbaring melihat rasi bintang
Malam itu terasa dingin, kemudian sang kemudi mulai mendayuh meninggalkan pesisir
>…

Boeng Reza
7

Si pengobral janji
Demi kursi di bawah partai
Berkolaborasi memiskinkan negeri
Kepercayaan kami “KAU” nodai
Setelah berjas dan berdasi
Masihkah punya hati
Atau memang sudah mati
NKRI harga mati
Jadi >>…

Kerkuak
10

Berhenti hidup tak berarti mati
Itu berawal dari soal materi
Sebenarnya ku tak pernah peduli
Tapi mengapa lingkungan ku selalu menghakimi
Seolah materi yang lebih berarti
Padahal semua takan pernah >>…

Kuya aja
8

Selepas sepasang beradu cinta diantara kebahagiannya
Disuatu sisi ada yang terbunuh kecewa
Ia tersenyum sebelum menangis
Bersejadah kulit lembut calon ibunya
Ia memohon dihadapan kuasa Tuhannya
Sejatinya Ia fitrah yang >>…

Andree Alphabet
10

Hebatnya terik 12 pas
Kabut jadi kepulan panas
Lembut berubah cadas
3 jam tak jua puas,

Apalah aku hanya penikmat
Segala benda cair dan padat
Terang warna semakin pekat
Diatas bumi >>…

PencilSpirit
10

Apalah daya insan nan lemah
Terkulai bagai daun yang layu
Patah bagaikan ranting kayu
Seribu rasa bercampur menjadi satu
Berjuta peristiwa hadir berliku-liku
Hanya dalam satu waktu
Sudah berapa banyak >>…

Nurhasesi
4

Lagak bentak dalam benak
Tegak gertak redam muak
Tertawa tanpa bahak
Karena duka telah lihai melawak

Geram dalam muram
Seram mentah yang di peram
Tanpa kalam menyelam malam
Tiada sulam diantara >>…

Detra Pratama
7

Dan sedalam makna kukiaskan kata
Serta merta seluruh ego yang mengangkasa

Di wujudmu kitalah yang ternampak nyata
Tatap memampang riuh membalada

Jika kau tanya perihal ini suratan
Siapkan saja sekantong duka biar >>…

Gadis Tanah Ganja
10

Menerabas payoda putih
Larik jemari menari keluh
Bagai nabastala tak berarti
Kau tak mau mengambil arti

Seringai kecut aku haturkan
Pada buana menyebalkan
Anggak dimakan sendiri
Bengah, tak tahu diri

Naznid
10

//
Pada saatnya hati itu memecah,meradang bersumbang lantah apa ketika ia akan mengingat siapa saja yang telah mencoba mematahkan? Atau engkau akan terus berlari komat-kamit sementara tak tahu destinasi itu

//
>…

Inez Syawalytrie Favourita
1

Rimba raya zaman menempa peradaban
Menyisihkan lawan, menyisakan yang bertahan
Namun, konon kita adalah bangsa yang berkawan
Mengusung perdamaian, merangkul yang membutuhkan
Hanya saja, kita belum seutuhnya menjadi bangsa pemenang

Bangsa >>…

Wahyu Eka Nurisdiyanto
10

Di beranda rumah sore ini
Senandika kata memperdengarkan kembali
Impresi diksi pada bait sajak bulan Juni
Dihapusnya delusi rasa dari lini masa
Biar tak lagi beranjak leluasa
Menerka tanya tanpa >>…

Wahyu Eka Nurisdiyanto
10

lihat payoda itu
terlihat akara-akara afsun darimu

hai sarayu
jangan pilon kau

sampaikan dengan tegas
aku rindu.

Zahra Faradiva
10

Tiba tiba ada yang menyapa ku
Hay…kamu….
Aku palingkan wajahku dan tersenyum
Iya….kataku
Kamu anak situ….lanjutmu
Akupun bingung
Kujawab saja…. Iya..begitu
Kaupun bilang…. Oo..begitu
Sambil tersipu malu ku ulurkan tanganku
>…

Zakiyah Noer Islami
7