Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi Puisi Bebas dibawah.

Kirim Puisi Sekarang
Menu

Kumpulan Puisi Bebas ~ 500+ Contoh Puisi Bergambar

Tanpa Makna

“Tanpa Makna”
Oleh: Wahyu Eka Nurisdiyanto

Masih melempar manis senyuman pada hujan bulan November
November yang sendu bertabur syahdu
Kesyahduan gemericik rindu mengekang hujan yang tak kunjung reda
Mereda sesekali, lalu deras kembali
Mengembalikan separuh rasa tanpa makna

Aku menatap pada basah bilik jendela kaca
Berkaca memperjelas logika dalam kata
Kataku penuh yakin beriring doa
Doaku penuh >>...

~ 3.3 ~

Aku Dan Purnama

Ku pandangi langit,tanpa bintang
Hanya purnama yang terang
Sendiri diatap bumi
Purnama pandangi bumi,hampa penuh sunyi
Hanya aku diam sepi
Sendiri didasar bumi
Aku menatap purnama
Purnama menatap aku
Aku,
Purnama,
Terdiam

~ 1 ~

Sebuah Bayang

Aku adalah sebuah bayang
Mencari sang pemilik bayang
Sembunyi ia dalam bayang
Siapakah sang pemilik bayang?
Aku terdiam,terpaku
Haruskah aku berlari tanpa arah?
Lelahlah jikalau aku tak berhenti
Haruskah aku mengikuti sungai?
Itu bukanlah aku
Adakah lilin untuk melihat cermin?

~ 0 ~

R U M I T

Masa itu, aku suka sekali melihat kamu.
Hari itu, aku kagum pada paras dirimu.
Setelah itu, Rindu pula yang hadir rasa ingin selalu menguasai menjadi egois.
Kamu ilusi, yang aku ciptakan antara kenyamanan dan harapan.

Sempat tersirat, kamu akan jadi milikku.
Ingin ku genggam tapi sangat rumit.
Banyak orang yang menginginkan dirimu, dibandingkan denganku hanya mimpi >>...

~ 2.4 ~

Aku denganmu tanda tanya

Suatu saat aku dan hujan menceritakan kisah sama
Ia tentang dirinya dan seseorang katanya.
Tentang daun dan hujan yang dijadikannya berpasangan
Bahwasanya semua diduna demikian.
Aku denganmu tanda Tanya
Apakah seperti kata hujan pada para pengagumnya ??
Mengaku aku ini para pencipta yang berpasangan.
Semua jadikan aku bahagia.
Aku denganmu tanda Tanya.

Madiun,2017

~ 0.5 ~

Menanti secercah cahaya

Termenung di bawah mega
Terdiam di atas puing
Berharap secercah cahaya dari ufuk sana
Menunggu bangkitnya sang fajar yang mulai nampak dari sudut dunia
Akankah semua terjadi
Atau hanya angan yang mulai menggila
Entah…… Apa yang tejadi nanti
Disini, di satu titik di atas tanah ini
Harapan masih terpatri di relung hati

~ 1.5 ~

This I Promise You…

Hey Kamu…

Ku kan selalu ada untukmu, di kala sukamu terlebih dukamu
Ku kan jadi penghibur di kala sedihmu

Ku kan jadi penguat di kala lemahmu
Ku kan jadi pengingat di kala tiba salah arahmu

Ku kan jadi teman tertawa dan tersenyum di setiap waktumu
Ku kan jadi pendengarmu, tempat kau berbagi cerita hidupmu

Ku kan jadi sahabat sejatimu, >>...

~ 4.6 ~

Panggil aku si Ayak

Tiba tiba ada yang menyapa ku
Hay…kamu….
Aku palingkan wajahku dan tersenyum
Iya….kataku
Kamu anak situ….lanjutmu
Akupun bingung
Kujawab saja…. Iya..begitu
Kaupun bilang…. Oo..begitu
Sambil tersipu malu ku ulurkan tanganku
Dan kukatakan saja “Ayak” panggilanku

~ 0 ~

Rasa

Biar aku seperti itu …
Asalkan jangan aku jatuh dalam Pesona Itu..
Ha? Lucu..

Aku Tak Habis pikir dengan dia
Mungkin dia sama sahaja tidak ada bedanya..
Aku Terjungkal Lagi jika Dibuainya ..

Adakah itu Disebut Rasa ?? Atau hanya Merasa..
Ini Aneh sampai kita Bersama

~ 0 ~

Renungan Hati

Aku mungkin bisa untuk mengikhlaskan
Namun, aku takkan bisa melupakan.
Aku mungkin bisa menyampingkan sejenak
Namun, aku mungkin takkan bisa tidur nyenyak.
Kebahagiaan …
Satu kata yang dulu ku inginkan,
Satu kata yang dulu ku tinggikan,
Satu kata yang tak pasti ku wujudkan.
Duniaku sekarang berubah
Berubah karena tak ada lagi yang jadi wadah.
Duniaku >>...

~ 1.9 ~

Penyakit Bangsa

Isu yang bukan isu,
Barangkali sudut pandangan sudah juling,
Dihijabkan pemikiran condong,
Malas fikir katanya,
Tapi perlu juga berfikir ke arah umpatan,
Berfikir menggunakan nafsu atau akal fikiran?
Pandanglah dengan menggunakan ilmu pengetahuan,
Membaca bukan hanya muka buku,
Jangan mempopularitikan kejahilan,
Mendengar atau melihat haruslah waras,
Kita dengar dahulu kata cendiakawan,
Agar timbang tara tak >>...

~ 0 ~

Membagi

Aku ingin membagi malam atas dua pilihan sama seperti halnya bohlam tertawa membagi pekat dan bertanya.
Satu bagian lain lengkap dengan caya rembulan
Satu bagian lainnya tanpa caya dan cakapan liar menanti dijari lukisan kaca.
Aku membagiku atas dua diri
Aku membaginya tengah-tengah antara caya rembulan dan kau
Membaginya dengan mata jendela dan ratusan juta >>...

~ 0 ~

jalan kehidupan

“JALAN KEHIDUPAN”

HIDUP UMPAMA MIMPI,
MIMPI YANG BERBAGAI-BAGAI,
INDAH, SERAM ITU PASTI,
ADAKAH DIRI MAMPU MENGHADAPI.

KESAKITAN MENGAJARKU,
ERTI >>...

~ 0.8 ~

Pertemuan

Di batang onak, durinya tetap lah tajam menusuk.
Dari balik rerimbun dedaunan, kepompong robek
: serangga menggeliat
warna-warni sayapnya, kupu-kupu terbang membelah angkasa.

Kuingin kemarau reda, kuingin peluh malaikat jatuh ke bumi,
karena air merasuki tanah maka tumbuh berkembang.
Di bawah awan lengkung elok pelangi.
Dideraunya tubuh-tubuh lunglai nan kuyup: alang-alang.

O, Meranti yang julang tinggi, cabik >>...

~ 0 ~

Kosong

kuharap kita dapat bersua di tepi waktu
seperti sinar yang tak sembul dan suara yang tidak melesit
mengalir pelan, meliuk searah busur jiwa
sekelebat bayangan semu

aku menulis di atas batu retak sayup-sayup bernada geretak
bola mataku terantuk tembok sempoyongan mengantuk
kemarin dan hari ini telah kosong melompong
esok semoga tak lebih hitam mengelam

kucari kenapa ia >>...

~ 0 ~

ratapan diri

dalam kesunyian malam
yang selalu menemaniku..

dalam kegundahan hati..
yang terikat dalam pedih.

aku terkekang oleh diriku
aku terjebak dalam kesenduan.
aju membisu di dalam kegelapan..
di temani heningnya malam
dengan kenestapa’an..

ingin ku gapai mimpi itu
mimpi yang tak pasti
mimpi yang menjebaku..
mimpi yang membuatku tertipu olehnya..
mimpi yang telah ku rajut,dengan kesusah payahan..

namun..
mengapa kau >>...

~ 3.8 ~

Doppelganger

padahal hanya sekali kita hidup

saya sebut mereka dengan mereka karena mereka merupakan saya dan dia yang lain

lagipula mereka tidak kembar identik seperti mereka yang punya satu pikiran

ketidaksengajaan mungkin yang membuat saya bertemu mereka berulang kali

dan mungkin mereka bertemu mereka yang lain atau mungkin saya dan atau dia

dalam wujud yang berbeda-beda namun saya yakin ada hal >>...

~ 0 ~

Cermin

Percaya akan dimensi lain dibalik cermin ?

Anggap saja bila “kehidupan itu” ada

Saat berhadapan dengan sebuah cermin

Maka kita sedang melihat menembus dimensi lain

Dimensi berbeda dengan kesamaan identik

Lihat mata lalu saling bertatapan

Sentuhkan ujung jari dan lihat bagaimana ini tersambung

Namun, bersentuhan disini berarti semu

Karena pikiran kita akan sama persis

Dengan pikiran dia, kita yang disana

Mungkin terkadang ingin bergerak lebih >>...

~ 0 ~

Sejak Hilangnya Sajak

Sejak hilangnya Sajak
Tak lagi kurasa degub itu..
Saat mengungkap rindu dalam prosa Saat jiwaku mampu menyelami jutaan bahasa

Tak lagi kudapati imaji imaji cinta dan syahdunya tulisan yang menyimpulkan rasa..

Semuanya perlahan hilang
Semuanya perlahan menghambar dan tawar
Saat meredup dan terpatah jiwaku
Saat kaku lidah lidah yang biasa penuh akan roman bahasa

Sajak..
>...

~ 4.9 ~

Tidurnya Si Penyair

Aku menemuimu malam itu
bukan termenung atau terpekur
seperti biasanya
aku mendapatimu terduduk di kursimu yang lelah
kau meringkuk dan melipat kedua tanganmu
tak lupa serta, kau timpakan kepalamu diatasnya
ada banyak kertas berserakan di mejamu
dan kupungut satu lalu kubaca
tentang aku dan percumbuan-percumbuanmu
sekali kau padaku dan selusin lainnya
pada bibir yang entah >>...

~ 0 ~