Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi Pendek - Singkat dibawah.

Kirim Puisi Sekarang
Menu

Kuduga lautmu tuhan

Pada

Semilir di hilir
Bertongkah arus keras mengalir
Derasnya sama dan kemas
Kerap dan malar selalu mengusir
Lalu bagaimana hendak kutulis
Seribu garit yang terguris
Sekadar calar
Perit di lengan dan betis

Ombak menunduk
Mematah bongkak leher berlekuk
Tika baru terkejar laut yang lepas
Katanya
“Jangan disia setitik pengalaman
  Tiap masin itu peluhmu”
Muara dewasa pun tak luak berkata
menyeru ku kembali mengisi ruang
Katanya
“Kau masih belum bersedia
Dunia ini permainan tak berupa”

Mahu tak mahu
Ku tetap nelayanNya
Andai tak diduga bukan manusia
Selagi bernyawa, ku cuba
Semua cabar dan uji rohani
Kan ada ertinya

Ku jala pahala, menebar doa
Ku kail nikmat, dosa melekat
Ku tangguk sihat, tersedak sakit
Janji ku cuba, janji ku duga
Tiap sukar dan sempurna

Selagi hati belum mati, selagi rasa bertapak di dada, selagi jiwa mendamba cahaya, selagi jasad menuntut sihat, selagi hidup selubung sejahtera

Selagi itu,
Kau
Ku panggil yang Maha Esa

-S.syahmi-

Nilai
4.8
2 Penilai

Puisi tentang Alam - Puisi Alam merupakan kumpulan puisi tentang keindahan alam. Semua orang pasti dapat menikmati berbagai keindahan alam semesta dengan caranya masing-masing, sebagai contoh menikmati pegunungan, sawah ladang, pantai, hutan, sabana, padang rumput bahkan alam yang paling tandus seperti gurun. Bumi dengan segala isinya merupakan keindahan luar biasa dari Sang Pencipta, agar senantiasa kita syukuri. Lewat Puisi tentang Alam, kami kagumi seluruh semesta ciptaan-Nya lewat bait-bait kata.

Puisi tentang Kehidupan - Puisi tentang kehidupan sebagai salah satu contoh metode merenungkan segala permasalahan yang dihadapi, hingga mampu melahirkan kebijaksanaan melalui penyusunan tiap-tiap bait puisi. Arti kehidupan bagi manusia salah satunya adalah bagaikan sebuah perjalanan panjang nan melelahkan, kenapa tidak rehat sejenak untuk memikirkan apa yang terjadi, membuat sebuah puisi yang mungkin menjadi jalan keluar bagi permasalahan yang ada atau minimal menghadirkan kedewasaan dan kebijaksanaan d


Selain Gambar Puisi Kuduga lautmu tuhan

Dia…..mama ku
Ibu, Jangan Menangis
Bayanganmu

Puisi ini telah memenuhi syarat untuk publikasi, seperti halnya puisi berjudul Sirnakan Bekumu kiriman dari Legiman Partowiryo. Selanjutnya silahkan simak puisi Alam berjudul Pekerja kiriman dari PencilSpirit dan kami harapkan apresiasi para pembaca dengan memberi nilai.

Tak lupa kami ucapkan terima kasih pada para penulis yaitu PencilSpirit, S.syahmi, Legiman Partowiryo atas kirimannya. Kami berharap mereka terus mengasah bakat dan kemampuan dibidang sastra.