Puisi PencilSpirit kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Kumpulan Puisi Oleh PencilSpirit ~ Laman 2 dari 3

Guru Samudera

Kita ini tuna muda di tengah samudera,
Tak tahu apa selain koloni saja,
Spesies luar begitu asing,
Dunia ramai kejam dan selalu bising,

Kau buka dengan pena,
Tabir misteri generasi kita,
>...

5

Molor

Entah aku mencintai atau patah hati, sejenak tak lagi mengingatmu sepagi ini, tenggelam dalam peluk bantal guling kasur dan kembali bermimpi.

Whether I love or a broken heart, a moment no >>...

0

Kota Kenangan

Kota ini menyimpan perjalanan abadi,
cinta pertamaku,
sahabat sejatiku,
bintang-bintang mimpiku,
dan kamu.

Berikut adalah versi bahasa inggris puisi diatas :

This saves eternal city trip,
my first love,
my true friends,
>...

4

Koran Peradaban

Angin menghela nafasnya,
Seolah beban membawa cuaca,
Pucuk pepohonan menari tarian gila,
Mabuk oleh air haram manusia.
Bumi malas menjaga anak-anak,
Lempeng-lempeng kerak yang selalu berjingkrak,

Manusia kian lihai berdusta,
Lengkap >>...

10

Love Flood

I know my english wasnt really good,
it is better than to flood,
it may far from it should,
but this love is my actually truth.

Loving you whole heart are >>...

0

Inspirasi

Kadangkala kata-kata bagai hujan peluru,
Dalam pertempuran dikepalaku,
Jangan kau mendengarku,
Karena mereka pasti menyasar menembus jantungmu.

Kadangkala imaji terperangkap kebekuan,
Bisu dan kaku hingga kedinginan,
Dekati aku pada saat itu,
>...

0

Wilayah kami

Ketulusan, tak selalu mendapat balasan sepadan,
Keramahan tak pasti menghindarkan akhir penindasan,
Dahulu rakyat kami menyambutmu,
Saudara jauh yg lari dari belenggu,

Mengapa kini kalian buat negara ?,
Atas tanah hak >>...

0

Modus sendirian

Aku tak takut siluman,
Hanya karena disini sendirian,
Bukan karena malangnya kesepian,
Atau kakunya kebosanan.

Aku gelisah akan senyuman,
Tapi bukan tentang keramahan,
Kekaguman, harapan dalam perasaan,
Tepat diujung sebuah kerinduan.

0

Pemimpin Terakhir

Sudut bibirmu selalu naik,
Sikapmu ramah begitu simpatik,
Pun ketika kau usap wajah dari baunya ludah,
Juga saat darah mengalir di wajahmu yang lelah,

Bila saat itu kami disana, kuatkah menahan >>...

10

Aku dan hujan

Jalan itu menghitam,
basah oleh hujan.
Namun  aku, muram,
Kering oleh kerinduan.

Gerimis ini menghapus jejak apapun,
Namun kasihmu tak hilang dalam hitungan tahun.

Puisi bahasa inggris dari puisi diatas artinya :

“Me >>...

0

Menuju Energi Abadi

Aku yang menyerah,
Pasrah dikurung dimensi,
Akrab dengan jengah,
Keterbatasan sana sini.

Ini semua tentang energi,
Penyusun segala materi,
Segala yang hidup pasti mati,
Menuju wujud sejati.

Puisi diatas bila dalam puisi >>...

0

Pemuda itu

Pemuda itu gontai didepn mimbar,
Seorang diri menghadap Al-Akbar,
Tenggelam dalam dua rakaat,
Berharap kasih pintu taubat.

Kudengar takbir lirihnya gemetar,
Karena hatinya telah bergetar,
Kantung matanya penuh oleh peluh,
Susah >>...

0

Kristal Cinta

Layaknya bola kristal kaca,
Yang indah kau bentuk dari cinta,
Kumohon jagalah sekuat tenaga,
Karena pecahnya selalu bersama bahagia,

Seumur hidup tak kan mampu kau susun,
Mengumpulkan serpihan yang terlanjur berhamburan.

0

Bidadari Surga

Adalah kamu bunyi bait-baitku,
Kamulah warna syairku,
Ruh semua puisiku,
Piranti inspirasiku,

Kaulah kesadaran limpahan karunia Allah padaku,
Tiupan iman makin kencang menerpa kalbu,
Hadirmu sulut tekad dunia akhiratku,
Bidadari surgaku.

By. >>...

0

Menapak Jejak Sang Nabi

Malam ini tak sunyi,
Takbir menggiring gelapnya hati,
Kami yang ringkih memanggilMu ya ilahi,
Dekatlah dihati kami wahai yang mempunyai arsy,

Allahu Akbar,
Allahu Akbar,
Allahu Akbar,
Lhaaailahailallahu Allahu Akbar,
Allaaahu >>...

0

Minggu pagi

Kapan kali terakhir kita merasakan mata yang memandangi sibuknya burung gereja,
hinggap diantara ruas pohon muda,
tarikan nafas lega sedalam dalamnya,
tak mendengar bunyi klakson dan getar motor menyala,
hanya >>...

1

Jalan Hikmah

Seringkali “sendiri” memanggilku untuk kembali menelusuri rasa dalam hati.

Aku adalah bias penuh warna,
Dari serpihan kristal kaca.
Tak perduli bagaimana mencoba menyusunnya,
Tetap saja makin berhamburan tak terhingga.

0

Siksa terindah

Cinta kita memang diawali senang,
Dan akan berjaya diantara tangis dan tawa.

Jika rindu adalah sebuah penjara,
Mengapa aku masih saja sanggup tersiksa untuk mendekam di dalamnya…

0

Redam

Jika muara adalah pertemuan,
Maka aku rela melewati pipa-pipa toilet,
Untuk mencapai lautan bebas bersamamu.

Sering ku ucap “aku mencintaimu” bukan mksdku mengobral kata itu,
Melainkan hanya itu logika yg mampu >>...

0

Selamat Tinggal Clara

Cukup aku mencintaimu saja dalam diam,
Lalu mematikan seluruh harap dalam dada,
Lantas sebait tanya mengusik benakku,

Pernahkah aku terlintas di pikiranmu saat kau tak rindu aku?

kau lihat jendela yang basah >>...

0