Puisi Legiman Partowiryo kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Kumpulan Puisi Oleh Legiman Partowiryo

DI PENGINAPAN

Dadaku ruang kosong yang tenang
sebuah rumah segumpal hati yang hancur
dari nyala yang ingin lepas dari tubuh.

Kau bahan logam terbaik
yang memerisaiku
dari gempuran kesedihan.

Mata kau istal megah
tempat kuda-kuda paling tangguh singgah
dan di beri makan.

Jalan masih terjal
dan setapak berbatu.

Aku memainkan lagu sumbang
dari interpretasi bebas parasmu
yang >>...

0

Tanpa Judul

Di halaman rumah yang mirip katedral itu aku membaca buku puisi, tapi yang kutemukan adalah kota-kota yang berarak di kepalaku dan saling bertolak belakang dengan awan yang ku anggap untuk lebih berhak begitu.

Sesekali muncul sepasang burung yang mungkin saja tersesat.

Untuk mengembalikan konsentrasiku, aku kembali ke halaman pertama buku itu. Yang terjadi justru lebih dari sekadar >>...

0

Tuhan Tahu Aku Mencintaimu

engkau bukanlah hujan
tetapi engkau selalu menarik air hujan
menjadi mata air hujan di mataku

keberadaanmulah yang menjadi alasan
mengapa awan mendung muncul pagi ini, dan
memaksaku menumpahkan hujan
untuk kesekian kalinya, dari
kelopak yang sudah dengan susah payah kukeringkan.

Aku hanya tidak menyangka saja
bahwa aku yang telah berpaling
dari kecupmu yang membara dalam kata-kata,
masih >>...

0

Tidurnya Si Penyair

Aku menemuimu malam itu
bukan termenung atau terpekur
seperti biasanya
aku mendapatimu terduduk di kursimu yang lelah
kau meringkuk dan melipat kedua tanganmu
tak lupa serta, kau timpakan kepalamu diatasnya
ada banyak kertas berserakan di mejamu
dan kupungut satu lalu kubaca
tentang aku dan percumbuan-percumbuanmu
sekali kau padaku dan selusin lainnya
pada bibir yang entah >>...

0

Lelah di Tangismu

Aku menemukan mata yang tersiksa saat itu
hujan yang berkerumun di sudutnya
kemudian jatuh sungguh tak pernah benar-benar mengerti
mengapa ia tumbuh dan mengalir begitu saja
atau mungkin luka-luka di bias-bias sinar matanya itu
sedang menangisi hawa yang rubuh
di hadapan ular saat waktu masih purba?.

Dan, menjelang kepergiannya
dengan segala yang tertanggung di bahu hatinya
>...

0

Hujan yang Melukiskanmu

setiap awan yang menampung kenangan akan selalu bermurah hati untuk mencurahkannya saat musim hujan bertandang.

seperti hari ini, hujan di kotamu kembali menyaji alinea yang pernah kita tinggali dan setiap jalan akan menggenangkan ingatan yang pernah kulewati saat aku pulang sembari memutar kisah tentang hari yang kita lewati bersama senyuman dimana waktu menjadi kita yang tunggal.

lagu >>...

0

Monolog Musim Hujan

aku hanya menerka
bahwa airmata yang menetes itu
adalah bentuk perdamaian dengan keadaan
bahkan, bisa jadi suatu saat
dengan keadaan sekarang yang tak kalah sengit
akan kutarik hujan dari tiap lapis langit
menuju mataku untuk hanya sekedar memberitahu
bahwa aku tak pernah bosan
dengan sakit yang kau tinggalkan.

3

Sirnakan Bekumu

kau tersenyum
dengan tak mudah
inilah sisi lengah kita
yang tak pernah sirna
meski dihujani
ribuan kecup dari bebunga cinta

0

ANOTHER LOVE SONG 3

cahaya bulan membenamkan kembali
ingatanku tentangmu di rongga dadaku yang perih
beberapa puisi kembali seperti buih
menggenang di aliran darahku yang saga
kemudian memucat menyesapi racun
tentang kebiadaban cinta yang tak pernah dipahami
para perempuan setelahmu
jangan kau kira ada yang sebaikmu
dalam perihal mencintai
tidak pula dengan hujan bulan juni
yang melegenda itu
airmata >>...

0

ANOTHER LOVE SONG 2

kulalui kelokan jalan bebatuan
tempat dimana darahku yang tercecer tertawa
dan menungguiku kembali lagi menatapnya
sekilas kukatakan kepadanya, kepada bebatuan itu bahwa
aku ingin kembali menjemput kekasih
yang pergi dan tak kuketahui keberadaannya
sedang di langit sebelah mana ia
menyimpan dirinya yang dulu mencurahkan tawa
serta tangisnya begitu rupa
yang airmatanya kutadah
dengan kedua telapak >>...

0

ANOTHER LOVE SONG 1

aku menunggumu di kota tua mimpi
sekedar mencari penghiburan yang asing
tentang serasau cerita yang kuanggap selalu ada
tanpa jeda dan muncul begitu saja, di hadapanku;
kau yang membawa bibir rekah
tempat seluruh resah yang ingin kau tumpahkan
sekuruhnya kusesap menjelma anak danau kerinduan.

0

Hujan Mei

aku kehilangan kendali
karena cinta ini
ingin mencintaimu.

0

Kepada Perempuan Mei

suara-suara menggema di belakang
menguarkan aroma bengis
bagai kaki gerimis yang tajam.

tapi percayalah,
aku akan bertahan
terlebih aku teramat paham
dalam hidup tak selalu harus ada penjelasan.

0

Puisi di Lagit Sunyi

disana aku akan menemukan warna
yang kucintai sampai mati
sembari memetik gitar yang dulu
pernah membuat hatimu mendekat
dan kunyanyikan lagu yang kau ikat
pada sebuah hakekat.

duhai adinda,
cinta memang sebuah pekerjaan sederhana
yang tak pernah selesai
dan para penyair tak pernah bosan
berurusan dengannya untuk menuntaskan
hasrat terhadap kata-kata.

0

Anak Hujan

dalam hujan,
adakah rumah sederhana
yang bisa disinggahi
sekedar untuk berteduh, sesaat saja
bagi anak cintaku yang menggigil,
yang ditinggal ibunya?

bisa kau lihat matanya yang bening
air mukanya yang cerah dan menyenangkan
atau bisa kau dengar sendiri
suaranya yang menggemaskan
atau kau juga bisa merasakan
sesal hujan yang mengguyur tubuh mungilnya
meraung-raung di langit sajak
>...

0

Ibu, Jangan Menangis

ijinkan sekali lagi aku
menghela nafas yang kian tersengal
nafas yang hampir mencapai akhir,
lalu ruhku akan menghambur keluar
menyapa tiap nanar mata yang mengalirkan
sepasang sungai kecil yang hangat
yang pernah kurindukan dalam timang
peluk hangat seorang perempuan
hingga jemariku beranjak dewasa kemudian menua
sentuh itu kian terasa begitu jauh.

aku merindukanmu, Ibu.

0

Tanpa Tanda Tanya

adakah yang harus dipertahankan
dari sebuah diam?
bertahan dengan tanpa perasaan
atau hanya ada dingin yang tersekam?

bagaimana bila dadaku lebih mengharap
silir dari pengembaraan yang tak terjejakkan
sekedar memastikan bahwa kita masih ada
lalu saling berjanji untuk bertemu
di sebuah senja dan saling mengucapkan cinta?

0

Kembalilah

siang ini kata-kata yang mulai lelah
rebah di kepalaku
saat bayanganmu yang dulu sempat memelukku
kembali mewujud ditemani tangis airmata waktu

lihatlah air telaga yang mulai mengental
dan puisi yang akan kembali tanggal
tertebas tajam ujung pena yang saling melukai
begitu perih, begitu pedih
menjadi pejuang yang kian sulit tertaklukkan

adakah satu senja saja
bersedia menjadi tenda
>...

0

Sebuah Permohonan

memujimu adalah matahari yang tak lekang oleh malam, tidak pula sinarnya berkabut awan mendung dimana burung-burung prenjak selalu berlayar di birunya langit dengan sayap-sayap mungilnya.

jangan biarkan tanggal, sayang. aku butuh suaramu yang membacakan puisi-puisiku agar aku tetap hidup. dan sekalipun aku harus mati, ingin aku tinggal di pita suaramu.

0

Dan Inilah Keindahan Itu

Hingga pada akhirnya aku harus puas pada kekalahan yang tak pernah aku inginkan. dulu ia yang sempat ku bahagiakan dengan segala kekuranganku telah menyeberang melalui ceruk paling dalam sebagai pengorbanannya kepada dada yang telah membuatnya rela mempertaruhkan segala hal yang dulu pernah ia janjikan kepada musim yang kerontang. apakah ini sebuah pertanda bahwa aku memang >>...

0