Dengar Puisi Bacain Puisi Nilai Download Kutipan Komentar
Gambar Gravatar
S

Kita dan Skenario Tuhan

© SARLOTA YUSPIN LOLO

 

Cerita ini masih sama
Masih tentang titik temu dalam semoga
Dan goresan penaku masih mengukir semua rasa rindu itu dalam lembaran kisahku

Terima kasih masih tetap sabar pada kata “nanti”
Dan maaf untuk aku yang selalu menunda kata “nanti” itu

Terima kasih untuk segala rasa, segala peduli, dan semua waktu yang sudah terbuang karena menunggu.

Seribu empat ratus tujuh puluh delapan hari , semesta pernah memisahkan dengan cara yang unik, hingga mempertemukan kembali dengan cara yang unik.

Dan melewati seribu empat ratus tujuh puluh delapan hari, dengan segala hal uniknya, tanpa bersama, tanpa pertemuan, terjeda, tak saling berkabar, dan tak saling menyapa, jujur itu bukanlah hal yang mudah bagiku.

Terjeda, tak saling berkabar dan tak saling menyapa adalah keresahan yang begitu sengit, karena ia selalu membawaku pada “Semuanya sudah berakhir”

Karena sangkaku semuanya telah usai
Bahkan kala itu melihatmu dan menyapamu lagi kuanggap sebuah halusinasi yang tidak akan pernah terjadi lagi

Namun dari semua yang terjadi dalam seribu empat ratus tujuh puluh delapan hari itu.
Adalah hal yang sangat kusyukuri, menjadi alasan untuk selalu memancatkan syukur dan terima kasih pada Sang Pencipta.

Jujur saja, aku menyukai cara Tuhan menyusun skenario tentang “kita”
Skenario yang tidak pernah terbayang dalam benakku

Mempertemukan di titik yang tepat.
Saat aku mengira bahwa semuanya telah sirna.


Puisi Tentang Kita dan Skenario Tuhan 10 Bait 17 Baris Oleh SARLOTA YUSPIN LOLO

Nilai
10

10 Penilai

Berapa nilai untuk puisi ini ?

Beri nilai dengan tap jumlah bintang dibawah ini. Dari kiri ke kanan 1 sampai 10

Average rating 9.5 / 10. Vote count: 10

Belum ada yang memberi nilai, jadilah yang pertama!

Kita dan Skenario Tuhan
Cerita ini masih sama Masih tentang titik temu dalam semoga Dan goresan penaku masih mengukir semua rasa rindu itu dalam lembaran kisahku

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

0

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Contoh Puisi 10 Bait

Contoh Puisi 17 Baris

Puisi diatas termasuk tema Puisi Kehidupan, Puisi Rindu, Puisi Romantis, Puisi Sahabat, Puisi Senja

Puisi lain kiriman Apriani Kabnani, SARLOTA YUSPIN LOLO, Resty rahayu bisa anda telusuri, di beberapa tema diatas.

Puisi Panjang

Puisi Kita dan Skenario Tuhan merupakan contoh rima ( ma--ga--ku----ti--tu----gu----ik----ku----ir----ai--gi------tu--ta----ta--ku----at--na-----------------------)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *