Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Kita

©️ zinu

Ku kira kau meramu hujan
Menata angan
Menoreh hendak

Ku kira hujanmu imajiku
Anganmu diriku
Handakmu hatiku

Ku kira
Aku,kau lalu KITA


https://www.puisipendek.net/kita-2
Nilai
9
1 Penilai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(1 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Tentang Penulis

Gambar Puisi Tentang Kita

Contoh Puisi 3 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Corona kiriman Akmaltris.

Corona

Ini sulit hilang
Sampai sekarang tiada yang bisa menghentikannya
Ini semacam virus
Virus cinta maksudku

Setiap malam ku batuk, rindu
Setiap siang ku panas, gelisah
Kepalaku pusing,
Pusing memikirkan mu

Dan >>…

Puisi Cinta, Puisi Kehidupan, Puisi Patah Hati

Selanjutnya Puisi Cinta berjudul Hilang dari zinu.

Hilang

Seberapa hebat getir itu mengendap dalam belulang?

Hingga retak-retak duka mengusap wajah

Kepedihan pun menyulam malam-malam berlalu

Tak seperti tandangmu waktu itu merenda mesra

Bukankah waktu telah memaki kita dalam keangkuhan?

Seakan satu sama lain >>…

Terima kasih zinu, zinu, Akmaltris atas kirimannya.

Puisi Bebas, Puisi Kontemporer, Puisi Putus Cinta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Kita

Teruntuk masalaluku
Teruntuk masalaluku

dear masa lalu..

Kini aku sudah terbiasa…
Saat membuka bola mata dipagi hari tanpa pesan singkat darimu..
Saat notif ponselku tak lagi terpenuhi oleh perhatianmu..
Ya,kini aku sudah terbiasa..
Tak ada >>…

JERITAN HATI
JERITAN HATI

dikala senja dihamparan pasir putih

mentari kembali membenamkan diri

deru ombak hembusan angin

merengkuh dalam jeritan hati

seakan diri tak pernah berarti

Secercah rindu
Secercah rindu

“Rindu ini memikat..
Membuat diriku semakin terikat…
Canda tawamu selalu ada…
Dalam logika..
Di dalam hati dan raga.”