Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Keadaan

©️ Ade Rian Priatna

Hari semakin gelap
Kepala semakin penat
Semua tak berjalan sesuai rencana
Kebisingan hanya dikepalaku saja

Aku percaya
Tiada duka
Tanpa rencana

Aku bersaksi
Bahwa menangis
Tidak akan menurunkan gengsi

Dan aku berlindung
Dari godaan alkohol
Yang terkutuk.

-(a. rp),


https://www.puisipendek.net/keadaan
Nilai
9
2 Penilai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(2 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini
Gambar Puisi Tentang Keadaan

Contoh Puisi 5 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Bulan Purnamaku kiriman Ade Rian Priatna.

Bulan Purnamaku

Bulan Purnamaku

Bolehkah aku bertanya?
Pada bulan purnama yg merona?
Ada apa denganmu?
Kau sambut rinduku dengan sembilu
Memandangku pun tak mampu
Beranjak perlahan meninggalkan
Dihari kebangsaan kau buat aku nelangsa,
Buatku >>…

Puisi Kehidupan, Puisi Lucu, Puisi Sedih, Puisi Senja

Selanjutnya Puisi Kehidupan berjudul Sabda angin dari Fiqryghifary.

Sabda angin

Sabda angin

Sabda angin melirih rindu
Pada daun-daun jatuh di musim gugur
Nampak setapak jejak yang hilang
Di rimba terdalam tak bisa pulang

Aku menyatu kedalam temaram
Dalam bentuk rasa pemecah malam
Menebas >>…

Terima kasih Fiqryghifary, Ade Rian Priatna, Ade Rian Priatna atas kirimannya.

Puisi Bebas, Puisi Sarkas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Keadaan

Peluh Pembangkang

Di ambang waktu
Ku merangkak lesu termakan pilu
Membakar peluh yang jatuh bercampur debu
Merenung, membisu di kalbu
Tidakkah kau tahu?
Bendera suci di pelupuk mata
Ingin jariku menyandera
Tapi >>…

Terima Kasih Mak.. Pak

Mak..
Kau peri dunia terindah
Cintamu tercurah..
Kasih sayangmu melimpah..
Pak..
Kau satria berkuda paling sakti..
Pengorbananmu terperi
Seluruh tenaga kau beri
Demi cemerlangnya masa depanku nanti
Terima kasih mak..Terima >>…

Rindu sahabat

Kadang rindu itu
bukan untuk si dia
tapi juga untuk mereka
yang melepas canda
suka duka bersama
hingga fajar menjemput
untuk kembali bersandiwara
menciptakan cerita baru
yang dinikmati bersama
Aku >>…