Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Hai manisku

©️ Fiqryghifary

Hai manisku..

Pagi ini aku terbangun dibelaian lembut kabut tebal yang turun dari puncak gunung itu.

Apa kabar dirimu sayangku?

Apakah kau merasakan rindu yang perlahan menusuk kedalam sumsum tulang belakang seperti dinginnya pagi hari ini yang kurasakan?

Bisakah kau datang sejenak memberikanku sentuhan hangat meskipun itu hanya ilusiku semata?

Manisku kemarilah aku ingin berdansa mesra denganmu diantara kabut ini.

Meleburkan rindu yang terus menderu
Hingga kita perlahan memudar bermandikan cahaya mentari


https://www.puisipendek.net/hai-manisku
Nilai
9
8 Penilai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(8 votes, average: 9,38 out of 10)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Tentang Penulis

posts
followers
following

Gambar Puisi Tentang Hai manisku

Contoh Puisi 7 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Puisi Perkembangbiakkan kiriman Topan Wahyudi.

Kau berkembang biak dikepalaku.
Merusak seluruh isi otakku.
Meracuni pikiran, lalu tertusuk rindu.
Sampai tak terobati.

Kau berkembang biak dilubuk hatiku.
Menyentuh seluruh isi tubuhku.
Meracuni jantung, lalu berdegup kencang.
Sampai >>…

Puisi Alam, Puisi Cinta, Puisi Rindu

Selanjutnya Puisi Alam berjudul Rindu di mimpi dari Indra Ayudya Dwi Prasetya.

Bulan pancarkan sinarnya
Menerangi jiwa-jiwa yang kosong
Dalam keheningan malam
Tertawan oleh rindu yang tak menentu
Kenangan itu terus menghantui
Tak kenal lelah terus mengikuti
Tersiksa dalam kenangan
Namun tak >>…

Terima kasih Indra Ayudya Dwi Prasetya, Fiqryghifary , Topan Wahyudi atas kirimannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Hai manisku

Sajak Tubuh Cinta

Hai Kekasih,
10 jemariku menghitung hari.
Mataku memantau selir waktu.
Kakiku menapaki kerinduan.
Otakku melingkari dirimu.
Bibirku membilang namamu.
Hatiku merambah cintamu.

Sekujur tubuhku dilumuri oleh peluk hangatmu.
Yang tak nampak >>…

Serpihan Masa

Kulihat nirwana bertudung duka
Mendung menutupi bintang bintang kejora
Dingin lembab ngilukan tulang tua
Murung suasana pun ikut berbelasungkawa

Aku turut berduka cita jiwaku
Keranda itu telah memasungmu
Berbalut kaffan tua >>…

Tanpa Makna

“Tanpa Makna”
Oleh: Wahyu Eka Nurisdiyanto

Masih melempar manis senyuman pada hujan bulan November
November yang sendu bertabur syahdu
Kesyahduan gemericik rindu mengekang hujan yang tak kunjung reda
Mereda sesekali, lalu >>…