Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Guru Samudera

©️ PencilSpirit

Kita ini tuna muda di tengah samudera,
Tak tahu apa selain koloni saja,
Spesies luar begitu asing,
Dunia ramai kejam dan selalu bising,

Kau buka dengan pena,
Tabir misteri generasi kita,
Kau bilang itu semua cakrawala,
Luasnya ilmu Sang Pencipta,

Jubahmu telah memudar bu,
Tapi jasamu untukku,
Jadi jalan memakmurkan hidupku.

Selamanya

(Untuk Ibu Guru ku)


https://www.puisipendek.net/guru-samudera
Nilai
9
12 Penilai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(12 votes, average: 9,08 out of 10)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini
Gambar Puisi Tentang Guru Samudera

Contoh Puisi 5 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Lagu di Kereta Sunyi kiriman Legiman Partowiryo.

apa kabar lagu?

masihkah kau simpan kenangan
yang kutitipkan pada nada-nadamu,
yang kutanam pada bait-bait syairmu?

mainkan dirimu, sebab aku merindunya
jangan kau takut aku terluka
sebab ia yang mengajari untuk mengampuni
>…

Puisi Ibu, Puisi Tentang Guru

Selanjutnya Puisi Ibu berjudul Kekuatan Baru part 1 dari anonym.

Sore itu terasa mendung,,,
Sore itu terasa sangat sepi,,
Sore itu bagai pohon kaktus yang sendiri,,
Sepi,,panas,,mendung,,sengau,,
Saat telepon berdering,,
Tanda ada yang bertemu,,
Seperti singa yang melihat tanda mangsa,,
>…

Terima kasih anonym, PencilSpirit, Legiman Partowiryo atas kirimannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Guru Samudera

Cinta Terbungkus Pita (2)

Ketika pita telah kaubuka
sebingkai cermin kauangkat
bukan itu hadiahnya
aku tak ingin kau bersolek, sayang

aku ingin kau bercermin
lihatlah refleksi yang kauhadapi
itu bayangan seorang ibu
wajah cinta yang sesungguhnya

Silih Berganti

kemanapun aku pergi,,
siluetmu ada,,
kemanapun aku sembunyi,,
kau selalu ada,,
aku ingin sendiri,,
aku letih,,
aku harus meminta kepada siapa,,
apa ada jawaban?
tak ada yang jawab,,
sebab semua >>…

Ibu, Sang Malaikatku

Keringat membasahi ragamu setiap hari
Kecupan kelelahan tak pernah luput menemani
Menghadirkan semangat tuk bangkit dari membumi
Meski badai siap menyergap, menjemput nyawa diri

Mentari selalu menemanimu
Melangkahkan kaki, mengukir senyumku
>…