Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Guratan Di Pelipis Dahimu

©️ Tsania NR

Usiaku telah menginjak status remaja
Ada rasa ingin berkelana
Namun, tak tega ku tinggalkan ibu disana
Dia senandung suka nan duka
Sekalipun ku tahu, ibu pasti berkata
Cita citamu yang utama
Pergilah, tak perlu cemaskan ibumu
Ku tatap dalam dalam raut mukamu
Ada guratan yang semakin terlihat
Tepat, di pelipis dahimu
Ini saatnya
Ku yang menjagamu
Memastikan dirimu aman dalam dekapanku
Seperti masamu pada tubuh kecilku


https://www.puisipendek.net/guratan-di-pelipis-dahimu
Nilai
9
1 Penilai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(1 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Tentang Penulis

Gambar Puisi Tentang Guratan Di Pelipis Dahimu

Contoh Puisi 1 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Rintihan Bumi kiriman Fariz Kellen.

Rintihan Bumi

Hening berkawan mentari
Diam-diam sepi dalam ramai
Semakin ke tepi aku sepi
Aku dan mentari belum mengerti

Bayang-bayangku terusik kisah
Kala laut terhempas di tepi pantai
Tanpa kata dan bahasa
Gelora >>…

Puisi Ibu

Selanjutnya Puisi Ibu berjudul Oktober di Bukit dari Onsi GN.

Oktober di Bukit

Pada bukit kami merangkak tanya
Tentang persoalan yang terus mengeras
Melihat tanda sapa menegur
Merenggut setiap tanya

Tanyaku adalah janjiku
Yang kini tertidur melampaui usiamu
Bukan aku menolak janjimu
Tapi getah >>…

Terima kasih Onsi GN, Tsania NR, Fariz Kellen atas kirimannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Guratan Di Pelipis Dahimu

Semuanya Semu
Semuanya Semu

senja hitam ditengah sepi,,
diujung ladang aku melihatmu,,
putih,,bersinar,,diantara ribuan kembang,,
langit diatas mu,,
kontras terasa,,
kau pun memandangku,,
bergetar bibirmu memanggilku,,
air matamu pun ikut berada di pipi,,
kerinduan >>…

Ibu
Ibu

Bu

Aku ingin pulang sebentar saja
sebentarr saja bu
Aku hanya ingin merebah
dan bukan mengalah

Walau kisahku mungkin hanya interlud bagimu

Aku hanya ingin sebentar saja merasa bahwa semu mereka padaku
jadi >>…

IBU
IBU

Mengingatmu
hatiku sedih dan rindu
mengingatmu
semakin nyata terbayang wajahmu

Kelembutanmu
senyum damaimu
kasih sayangmu
begitu melekat di hatiku

do’a terbaikmu
bimbinganmu
ketulusanmu
kau beri dengan sepenuh hatimu

karena ingatan itu,
luluh redam >>…