Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi Pendek - Singkat dibawah.
Kirim Puisi Sekarang

Gloomy Sunday

©️ László Jávor

Hungary Version

“Szomorú Vasárnap száz fehér virággal,
Vártalak, kedvesem, templomi imával,
Álmokat kergető vasárnap délelőtt,
Bánatom hintaja nélküled visszajött.
Azóta szomorú mindig a vasárnap,
Könny csak az italom, kenyerem a bánat…
Szomorú vasárnap.
Utolsó vasárnap, kedvesem, gyere el;
Pap is lesz, koporsó, ravatal, gyászlepel,
Akkor is virág vár, virág és – koporsó,
Virágos fák alatt utam az utolsó.
Nyitva lesz szemem, hogy még egyszer lássalak,
Ne félj a szememtől, holtan is áldalak…
Utolsó vasárnap.”

English Version

“On a sad Sunday with a hundred white flowers,
I was waiting for you, my dear, with a church prayer,
That dream-chasing Sunday morning,
The chariot of my sadness returned without you.
Ever since then, Sundays are always sad,
tears are my drink, and sorrow is my bread…
Sad Sunday.
Last Sunday, my dear, please come along;
There will even be priest, coffin, catafalque, hearse-cloth,
Even then flowers will be awaiting you, flowers and coffin,
Under blossoming (flowering in Hungarian) trees my journey shall be the last.
My eyes will be open, so that I can see you one more time,
Do not be afraid of my eyes as I am blessing you even in my death…
Last Sunday.”

Indonesia Version

“Minggu yang suram dengan ratusan bunga warna putih,
Aku telah menunggumu, sayangku, bersama seorang pendoa gereja,
Mengejar mimpi di Minggu pagi,
Kereta kesedihanku telah kembali tanpamu.

Sejak itu, Minggu adalah kesedihan,
minumanku adalah air mata, rotiku adalah kesedihan….
Minggu yang suram.

Minggu terakhir, sayangku, datanglah kepadaku;
Akan ada seorang pendeta, peti mati, panggung, kain dan mobil jenazah,
Bahkan akan ada bunga-bunga yang menunggumu, bunga bunga dan peti mati,
Di bawah mekar (berbunga di Hungaria) pepohonan – perjalananku akan berakhir.

Mataku akan terbuka, sehingga aku bisa melihatmu sekali lagi
Jangan takut melihat mataku karena aku memberkatimu bahkan dalam kematianku …
Minggu yang terakhir.”

Song Version

Gloomy Sunday
Sunday is gloomy, my hours are slumberless
Dearest the shadows I live with are numberless
Little white flowers will never awaken you
Not where the black coach of sorrow has taken you
Angels have no thought of ever returning you
Would they be angry if I thought of joining you?

Gloomy Sunday

Gloomy is Sunday, with shadows I spend it all
My heart and I have decided to end it all
Soon there’ll be candles and prayers that are sad I know
Let them not weep let them know that I’m glad to go
Death is no dream for in death I’m caressing you
With the last breath of my soul I’ll be blessing you

Gloomy Sunday

Dreaming, I was only dreaming
I wake and I find you asleep in the deep of my heart, here
Darling, I hope that my dream never haunted you
My heart is telling you how much I wanted you

Gloomy Sunday


https://www.puisipendek.net/gloomy-sunday

Bacain puisi ini

Mohon baca TIPS dan catatan dibawah sebelum memulai.
TIPS:
  1. Pakai headset mic, agar suara konsisten dan jelas
  2. Jangan terlalu dekat, karena hembusan suara dapat tertangkap mic
  3. Kondisi sekitar hening, hindari recording di tempat keramaian
  4. Silahkan memakai backsound musik, tapi jangan terlalu kencang

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim rekamanmu

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
Loading...

Puisi Tentang Horor 16 Bait

Puisi tentang Horor - Puisi Horor adalah sajak-sajak yang cenderung menyeramkan. Syair-syair kelam yang mungkin membuat merinding. Mungkin akan menakutkan bagi sebagian orang, karena naskah didalamnya mempunyai teks yang gelap. Namun, apapun itu, ini hanya sekedar hasil karya, sebuah kreatifitas dari jalur misteri.Unsur mistik dalam sebuah karya tulis bukanlah hal baru, ada banyak cerita horor yang dibumbui syair seram sebuah puisi. Sebagai contoh adalah puisi horor yang paling populer, yaitu Gloomy Sunday yang k


Terkait Gambar Puisi Gloomy Sunday

Lingsir Wengi (Versi Film)
Jika
Lingsir Wengi

Puisi ini telah memenuhi syarat untuk publikasi, seperti halnya puisi berjudul Lingsir Wengi karya Sunan Kalijaga. Selanjutnya silahkan simak puisi Horor berjudul Anggrek Unguku karangan PencilSpirit dan kami harapkan apresiasi para pembaca dengan memberi nilai.

Tak lupa kami ucapkan terima kasih pada para pembaca atas apresiasinya terhadap puisi PencilSpirit, László Jávor, Sunan Kalijaga yang kami publikasikan. Kami berharap sajak-sajak mereka terus memberi inspirasi dan memperluas ruang imajinasi kita semua.