Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

ERA

©️ Yoga Ilhamsyah

Kala dimana manusia,
Saling mencela…
Tak ada lagi tegur sapa
Yang ada hanya petaka
Manusia semakin membabibuta
Merasa paling sempurna Tak ada lagi jalinan saudara
Semua pentingkan dirinya
Tak ada pula rasa percaya
Tenggang rasa sirna
Entah kemana,
Perginya…
Aku jadi saksi mata…


https://www.puisipendek.net/era
Nilai
9
1 Penilai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(1 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini
Gambar Puisi Tentang ERA

Contoh Puisi 1 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Suara Hatiku Berkata kiriman Sofa Marwatul Huda.

Suara Hatiku Berkata

Ku terbangun…
Menatap indahnya fajar
Menyingsing pagi yang bening
Merah, kuning, jingga terlihat di ufuk timur
Tak ingin ku berpaling menatap senyum mu
Sang raja cahaya…
Sekilas,…
Terlintas dibenakku kenangan >>…

Puisi Kehidupan

Selanjutnya Puisi Kehidupan berjudul suara para dina dari Alexander Kombaitan.

suara para dina

Dari kaki bumi aku berseru
menyeruakan ratap tangis para dina
biar raga sepu
bukan berarti meminta

apalah daya hamba sahaya
melihat gelap tanpa cahaya
hanya modal berani
kami gigih teruji

selayang pandang >>…

Terima kasih Alexander Kombaitan, Yoga Ilhamsyah, Sofa Marwatul Huda atas kirimannya.

Puisi Sarkas, Puisi Satire

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi ERA

Tangisan Malam
Tangisan Malam

Dibawah salah satu sisi langit,
Aku terduduk diantara cahaya bulan dan lampu taman.
Berharap suatu keajaiban kan datang padaku,
Membawa serta alunan sendu dari hati.

Diantara pohon yang menari
Dan diantara >>…

Cinta Yang Tertempuh
Cinta Yang Tertempuh

Waktu kecil aku sering bermimpi,
Bersanding dengan titisan dewi atau seorang putri,
Bahkan kuyakin seseorang tercipta dari tulang rusuk sebelah kiri,
Bagian yang hilang dan akan kutemukan nanti.

Namun sayangnya hidup >>…

Perjuanganku
Perjuanganku

Jalan yang senyap melintasi batas negara yang dingin,,
jauh dari orang-orang yang kucinta,,
terasa sangat sulit hidup ini,,

saat kuingat semua kata-katamu,,
sangat ingin kuberada disana,,
kembali ketempat yang kusuka,,

namun ini >>…