Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Diam

©️ Kusna Desita

Kemarin kita berjumpa
Tetapi sama-sama tak bersua..
Kemarin kita tersenyum bersama
Tetapi hal itu tak lama..
Kemarin kita juga bertatapan
Tetapi sama-sama memalingkan..
Kemarin kita duduk bersama
Tetapi terhalang jarak yang berirama..
Kau lihat? Mentari itu..
Dia menertawakan kita
Dan kau dengar? Burung-burung itu..
Mereka membicarakan kita
Kau tahu kenapa??
Mentari telah menghangatkankan suasana
Tetapi kau, membekukannya
Burung-burung telah memeriahkan suasana
Tetapi kau, kembali mengheningkannya..
Bukan aku yang salah..
Tetapi keangkuhanmu kepada dunia..
Yang tak mau mengakui kiranya
Ada sesuatu di antara kita
Lalu kita berdua sama–sama terluka…
To: Rembulan Teristimewa


https://www.puisipendek.net/diam
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(Belum ada yang menilai)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Tentang Penulis

Gambar Puisi Tentang Diam

Contoh Puisi 1 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Doppelganger kiriman Mohamad Taufiqurrakhman.

Doppelganger

padahal hanya sekali kita hidup

saya sebut mereka dengan mereka karena mereka merupakan saya dan dia yang lain

lagipula mereka tidak kembar identik seperti mereka yang punya satu pikiran

ketidaksengajaan mungkin yang membuat >>…

Puisi Cinta

Selanjutnya Puisi Cinta berjudul ratapan diri dari alifia intan karima.

ratapan diri

dalam kesunyian malam
yang selalu menemaniku..

dalam kegundahan hati..
yang terikat dalam pedih.

aku terkekang oleh diriku
aku terjebak dalam kesenduan.
aju membisu di dalam kegelapan..
di temani heningnya malam
dengan kenestapa’an..

ingin >>…

Terima kasih alifia intan karima, Kusna Desita, Mohamad Taufiqurrakhman atas kirimannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Diam

Ungkapan Hati
Ungkapan Hati

Bila kau tanyakan letak rindu
Jawabannya jelas tak tentu
Dia tak mau tau
Mambelaimu tak kenal waktu
Kapan akan hadir disetiap temu

Jujurnya
Dia titipkan pesan
Menuju engkau,
Rengkuh paling ingin >>…

Teruntuk guruku
Teruntuk guruku

Engkau pernah banyak berkisah cinta kepadaku
ajarkan segala luka hingga aku tak terhina

Engkau tuliskan adab pada nafsu-nafsuku
kenalkanku pada hikmah segala tanya

Bu
Kerutan wajahmu adalah kumpulan kisah lugu kami
tebal >>…

Menyaksikan Engkau, Senja
Menyaksikan Engkau, Senja

menyaksikan engkau, senja
lamat-lamat kusaksikan senja yang mulai bernari di tepian patah hari
tak ingin kulewatkan senja yang kan tampil menawan di hadapku
apalagi suntingan awan-awan putih, semakin buatku takjub
>…