Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi Pendek - Singkat dibawah.

Kirim Puisi Sekarang
Menu

Di Dekat Tanjung, Ibu Berdoa

Pada

wajahmu seluas tanjung
ketika langit dan tanganmu terkhatub sujud
mendoakan jarak yang membentang

bumi seperti perutmu yang lapar
meminta anak baru
agar kau tidak kesepian menemani laut
sebab anak kandungmu sudah menjadi batu karang
diam mengeram dosa

deretan doa menanjak jauh
memukul-mukul dinding rumah Tuhan
berharap Ia melepas hujan
medinginkan amarah dan usia keringmu

tiba-tiba kau melahirkan wajah baru
bentuk baru, harapan baru juga air mata baru
dan Ia mengabulkan doa tuamu

kau bergegas bersyukur dengan pasti
menikmati senyum mugil di hadapanmu
matanya terpancar tanjung yang kecil namun teduh

kemudian, kau mengingat anak kandungmu
sudah lama ia menjadi batu
kau berharap Ia mengampuni dosanya
dan mengembalikannya ke pangkuanmu

namun sudah terlambat
yang batu biarlah menjadi batu
yang baru biarlah menjadi baru

kau menimang anakmu dengan setia
memberi susu dan gandum dari lumbung dadamu
ia tumbuh sejajar dengan matahari
matanya persis semenanjung ini

“Ibu, doamu sudah tumbuh. Biarlah tubuh ini menjadi utuh”

lalu kau pun menutup doa.

Nilai
4.5
4 Penilai
Rate this post

Puisi tentang Ibu - Puisi Ibu adalah kumpulan berbagai contoh puisi tentang aktualisasi cinta kasih kita terhadap ibu tercinta. Miliaran kata mungkin mampu melukiskan kasih sayang kami untukmu ibu, tapi siapa yang sanggup menulis sepanjang itu. Hanya lewat puisi yang bermakna luas kami mampu merepresentasikan kekaguman dan rasa kasih. Puisi untuk ibu adalah dedikasi di hari ibu sebagai ucapan selamat sekaligus doa untuk para ibu dan ayah diseluruh dunia. Semoga semua dalam lindunganNya dan selalu d


Selain Gambar Puisi Di Dekat Tanjung, Ibu Berdoa

Bingkisan Doa dalam Sujudku
Betapa Berartinya
Bahagia Untuk Mamak dan Bapak

Puisi ini telah memenuhi syarat untuk publikasi, seperti halnya puisi berjudul Tak berujung kiriman dari Nengsih yuli theresia. Selanjutnya silahkan simak puisi Ibu berjudul Mengharapkan Pertemua Itu kiriman dari Zainab Baudin dan kami harapkan apresiasi para pembaca dengan memberi nilai.

Tak lupa kami ucapkan terima kasih pada para penulis yaitu Zainab Baudin, Tino Beo, Nengsih yuli theresia atas kirimannya. Kami berharap mereka terus mengasah bakat dan kemampuan dibidang sastra.