Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi Pendek - Singkat dibawah.

Kirim Puisi Sekarang
Menu

Dari Kartini Buat Ibuku

Pada

Raga Kartini tlah lama pergi ke pangkuan Ibu Pertiwi
Namun jiwa jua ambisi Kartini tak berarti gugur bersama jasad
Melainkan bersemayam pada sesosok diri
Seorang ibu bukan dari darah biru ia disusui
Membawa pesan dan amanah dari Kartini

Padaku ia berjanji …
Untuk menghantarkan pada gemilang prestasi
Ia juga jadi benteng bagi diri ini
Di tengah krisis moral globalisasi
Tentu dikata ia sebanding Kartini

Baginya, Kartini ialah sang inspirasi
Yang menjembatani jadi seorang insan berdikari
Bukan imbal jasa yang ia cari
Hanya keberhasilan bagi sang generasi
Juga ridha dari Sang Illahi

Nilai
Penilai
NgacoBukan PuisiGagal PahamKurang GregetPerlu LatihanCoba LagiLumayanBagusBagus SekaliTerbaik (No Ratings Yet)

Puisi tentang Ibu - Puisi Ibu adalah kumpulan berbagai contoh puisi tentang aktualisasi cinta kasih kita terhadap ibu tercinta. Miliaran kata mungkin mampu melukiskan kasih sayang kami untukmu ibu, tapi siapa yang sanggup menulis sepanjang itu. Hanya lewat puisi yang bermakna luas kami mampu merepresentasikan kekaguman dan rasa kasih. Puisi untuk ibu adalah dedikasi di hari ibu sebagai ucapan selamat sekaligus doa untuk para ibu dan ayah diseluruh dunia. Semoga semua dalam lindunganNya dan selalu d

Puisi tentang Pahlawan - Puisi Pahlawan merupakan puisi tentang perjuangan para pahlawan kemerdekaan atau perjuangan para pejuang melawan tirani dan penindasan, terutama yang diraih oleh bangsa indonesia yang merupakan contoh buah keberanian dan pengorbanan para pahlawan, mereka mengorbankan hidupnya, bahkan mengorbankan kebahagiaannya, untuk kita dalam naungan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Tak sempat mereka mengatakan cinta pada negara, tak sempat mereka mengetakan cinta dan sayang pada anak istri


Selain Gambar Puisi Dari Kartini Buat Ibuku

Puisi ini telah memenuhi syarat untuk publikasi, seperti halnya puisi berjudul BELATARA KONKRIT kiriman dari Zainab Baudin. Selanjutnya silahkan simak puisi Ibu berjudul Berilah aku,Agar ku tak mengemis I, II, III kiriman dari Setjangkir Berlian dan kami harapkan apresiasi para pembaca dengan memberi nilai.

Tak lupa kami ucapkan terima kasih pada para penulis yaitu Setjangkir Berlian, Wahyu Eka Nurisdiyanto, Zainab Baudin atas kirimannya. Kami berharap mereka terus mengasah bakat dan kemampuan dibidang sastra.