Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Dan Inilah Keindahan Itu

©️ Legiman Partowiryo

Hingga pada akhirnya aku harus puas pada kekalahan yang tak pernah aku inginkan. dulu ia yang sempat ku bahagiakan dengan segala kekuranganku telah menyeberang melalui ceruk paling dalam sebagai pengorbanannya kepada dada yang telah membuatnya rela mempertaruhkan segala hal yang dulu pernah ia janjikan kepada musim yang kerontang. apakah ini sebuah pertanda bahwa aku memang telah ditakdirkan hidup di bawah bintang kematian?. bahwa akan selalu ada keping kehilangan di setiap hati yang ingin kurambah dengan keabadian.

Akankah segala anak rindu yang pernah kutanamkan bertunas menjadi tetumbuhan culas yang akan menghabisiku dengan duri di tiap sulur-sulurnya?, siapakah yang lebih paham akan takdir yang selalu berceloteh bahwa ia memiliki api balas yang lebih panas dari api-api cintaku yang patah. pada musim apa kini aku harus bersandar, sementara tiap musim menjauh dengan putaran yang tak lagi pasti?.

Laguku, kemarilah, aku butuh balur doa-doamu untuk sekali lagi membasuh bilur-bilur di dadaku yang setiap orang akan menghindarkan pandangan saat menatapnya. maafkanlah aku yang tak pernah sempat melahirkanmu lagi karena dawai-dawaiku telah rumpang diterjang sebuah kepergian yang entah kapan ia akan berpikir untuk kembali lagi bahkan jika hanya untuk sekali lagi mencobai dengan pisau tajam yang tersembunyi di balik kedua sayapnya yang dulu pernah kukagumi.


https://www.puisipendek.net/dan-inilah-keindahan-itu
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(Belum ada yang menilai)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Tentang Penulis

Gambar Puisi Tentang Dan Inilah Keindahan Itu

Contoh Puisi 3 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Beginilah Caraku Tabah kiriman Legiman Partowiryo.

Beginilah Caraku Tabah

Aku lupa cara menuang rasa
pada secangkir kopi
yang kau pesan dengan isyarat perpisahan
pasti dan perlahan
beku di pelupuk anak kerinduan
kau cairkan menjadi hujan
yang tak terpetakan
dengan >>…

Puisi Sedih

Selanjutnya Puisi Sedih berjudul Sebuah Permohonan dari Legiman Partowiryo.

Sebuah Permohonan

memujimu adalah matahari yang tak lekang oleh malam, tidak pula sinarnya berkabut awan mendung dimana burung-burung prenjak selalu berlayar di birunya langit dengan sayap-sayap mungilnya.

jangan biarkan tanggal, sayang. aku butuh >>…

Terima kasih Legiman Partowiryo, Legiman Partowiryo, Legiman Partowiryo atas kirimannya.

Puisi Panjang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Dan Inilah Keindahan Itu

secangkir diksi
secangkir diksi

saya dan sepi sedang berdiskusi
saya tidak ingin kopi, saya hanya ingin secangkir diksi

kami menikmati secangkir diksi dengan penuh hikmat
sejak hari itu saya sangat mencintai sepi dengan teramat sangat.

SANG PENDIDIK TELAH TIADA
SANG PENDIDIK TELAH TIADA

Selamat Jalan Rekan sejawat
Hidup dan mati adalah kepastian
Tiap-tiap jiwa yang datang
Mutlak akan pergi
Sang pendidik telah tiada
Menyisakan jejak rekam pada kenangan
Rekan sejawat
Engkau telah Pergi >>…

Hidangan Penutup
Hidangan Penutup

Kala rindu menutut terciptanya temu
Anila malam tersipu malu dalam pusara waktu
Terdengar alunan nada kerinduan, beriringan
dengan air mata keinginan.

Sesungging senyum masam terpasung di wajah manisnya
Terdiam kaku, bertahan >>…