Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi Pendek - Singkat dibawah.

Kirim Puisi Sekarang
Menu

Cermin Rias Perak

Pada

Aku diberikan Tuan cermin

Cermin rias perak yang mengkilap

Warnananya putih sekali.. menyilaukan

Pantulannya lurus mulus

Namun ada yang aneh

Dalam tiap desir ku usap ia

Kurasakan ada semacam luka tertutup rapuh

Kerapuhan yang terpoles manis

Dan disetiap kurasakan sedih itu

Bak ku dengar ia seolah-olah menangis

Berceritalah ia kemudian

Cermin Rias Perak

Tentang perjalanan panjangnya dari batu gunung

Sampai pikulan di punggung

Hingga sampai berapih di belakang panggung

Oh Cermin Rias Perak

Tak ku tahu harus sepanjang itu jalanmu

Pun harus sekeras itu

Hingga suatu waktu

Tuan datang murka dan membantingnya

Cermin Rias Perak

Pecahlah dua ia

“Hidup itu keras, jangan rapuh sepertinya”

Berpekik ia berpesan

Oh Cermin Rias Perak

Di antara serpihan itu kembali ku rasakan

Bukan kesedihan atau kesakitan

Namun kekuatan

Cermin Rias Perak

Tuhan memang Maha Tahu siapa dirimu

Pun tanpa harus kau menggugu satu satu

Untuk jelaskan siapa dirimu

Cermin Rias Perak

Jember tengah malam,

27 Desember 2017

Belum ada yang menilai, klik bintang untuk menilai:
Rate this post

Puisi tentang Kehidupan - Puisi tentang kehidupan sebagai salah satu contoh metode merenungkan segala permasalahan yang dihadapi, hingga mampu melahirkan kebijaksanaan melalui penyusunan tiap-tiap bait puisi. Arti kehidupan bagi manusia salah satunya adalah bagaikan sebuah perjalanan panjang nan melelahkan, kenapa tidak rehat sejenak untuk memikirkan apa yang terjadi, membuat sebuah puisi yang mungkin menjadi jalan keluar bagi permasalahan yang ada atau minimal menghadirkan kedewasaan dan kebijaksanaan d


Selain Gambar Puisi Cermin Rias Perak

Curhatku KepadaNya
Drama
Remaja Setengah Dewasa

Puisi ini telah memenuhi syarat untuk publikasi, seperti halnya puisi berjudul Semalam, Hari Ini dan Esok kiriman dari Haizan Nuramin. Selanjutnya silahkan simak puisi Kehidupan berjudul Aku dan Kamu kiriman dari Estefany Fortuna Chandra dan kami harapkan apresiasi para pembaca dengan memberi nilai.

Tak lupa kami ucapkan terima kasih pada para penulis yaitu Estefany Fortuna Chandra, Aisyah Wulansari Rahajeng, Haizan Nuramin atas kirimannya. Kami berharap mereka terus mengasah bakat dan kemampuan dibidang sastra.