MENU

Bundaku

©️ Andi Nurdin syah

Wanitaku…
Dia adalah pahlawan bagiku
Banyak sekali pengorbanan yang ia lakukan
Melahirkan dan membesarkan tanpa kenal lelah

Nasehatnya yang ia berikan terkadang sering terlupakan
Namun semangatnya untuk anak anaknya tak bisa ia padamkan
Ia lakukan berbagai cara demi bisa melihat anaknya tertawa
Meski harus luka yang ia rasakan

Pagi, siang dan malam tak henti hentinya ia berdo’a
Berdoa untuk anak tercintanya
Pengorbanan dan kasih sayang yang ia berikan
Tak pernah berharap akan terbalaskan
Yang ia inginkan hanya kebahagian yang anaknya rasakan

Setiap malam kadang ku mendengar sayup sayup suara tangis
Memohon kelancaran dan kebahagian untuk anaknya
Mengadu tentang apa yang ia rasakan pada sang Pencipta

Air mata yang tak pernah ia lihatkan kini tumpah diatas sajadah usang tempatnya mengadu
Hingga diakhir usianya pun dia hanya ingin melihat anaknya tersenyum bahagia
Dan menikmati semua kerja kerasnya demi anak anaknya


https://www.puisipendek.net/bundaku

Puisi Tentang Bundaku 5 Bait 19 Baris Oleh Andi Nurdin syah

Nilai
10
1 Penilai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

0

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Tentang Penulis

Gambar Puisi Tentang Bundaku

Contoh Puisi 5 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Sajak Perahu Layar kiriman Boeng Reza.

Sajak Perahu Layar

Sajak Perahu Layar

Di atas perahu layar berlampu neon
Di bagian lambung, dua tiga orang mulai duduk dan berbaring melihat rasi bintang
Malam itu terasa dingin, kemudian sang kemudi mulai mendayuh meninggalkan pesisir
>…

Puisi Ibu, Puisi Sedih

Selanjutnya Puisi Ibu berjudul Si Calon Cendekia dari abudalta .

Si Calon Cendekia

Si Calon Cendekia

Geliat Pejuang Agama berangkat di laga ilmiah
didorong pujangga akal dan penjaga amaliah
tak lagi dikhawatirkan akan hiruk pikuk rupiah

ada kala menangisi keseharian yang mesti ditinggalkan
sedikit merenungi kesenangan yang >>…

Terima kasih abudalta , Andi Nurdin syah, Boeng Reza atas kirimannya.

Disebut apakah rima puisi Bundaku ( u u n h n n a n a a n n n s a a u a a ) ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puisi 19 Baris Disini

Terkait Gambar Puisi Bundaku

Tangisan Ibu Pertiwi

Kulihat ibu Pertiwi sedang menanggung kesakitan diatas tanah ini.
Tanah kering kerontang tanpa bakti putra putrinya.
Ibu Pertiwi kau tampak murung kusam dan gusar.
Hutanmu kini tak lagi rimbun.

Aliran sungaimu >>…

YANG TERGERUS

Sepi menyeruak,
dari raga yang t’lah lama tak sudah semarak

Kelam datang pula tak lantas lalu,
pada angin terhempas nan bisu

Malam sudah menggelayut,
tapi bintang tak juga kerlip, pekat tak surut

Ombak >>…

pergi dengan sebuah kesedihan

Ketika malam tiba
Ku lihat bintang yang terang di langit
Bintang yang terang menyinari
Mata dan hatiku

Tetapi tidak dengan perasaan
Dan fikiranku yang gundah gulana
Kulihat daun yang melambai -– >>…