Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Bengah

©️ Naznid

Menerabas payoda putih
Larik jemari menari keluh
Bagai nabastala tak berarti
Kau tak mau mengambil arti

Seringai kecut aku haturkan
Pada buana menyebalkan
Anggak dimakan sendiri
Bengah, tak tahu diri


https://www.puisipendek.net/bengah
Nilai
10
1 Penilai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Tentang Penulis

posts
followers
following

Gambar Puisi Tentang Bengah

Contoh Puisi 2 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Bicara Malam kiriman Andi ancha.

Bicara Malam

Berbicaralah pada langit nan sunyi,
Tentang hikayat malam kita meritma bingkai puisi,
Dan dengar, tanpa harus kau mengerti..

Berbicaralah pada angin yang menyepi,
Bahwa ada arkib simpati tersimpan dihujung laci,
Dan >>…

Puisi Sedih

Selanjutnya Puisi Sedih berjudul Ambivalen antara Aku, Kamu, Dan Tuhan dari Rizqa Maulia Rahmawati .

Ambivalen antara Aku, Kamu, Dan Tuhan

Malam ini padikaku untuk Tuhan
Aku ingin bercerita tentang benduan
Sambil memikirkan ketidak mungkinan
Sesuatu yg seharusnya sudah diperkirakan

Mungkinkah ada kanigara untuk kami berdua?
Kami memiliki dama dan sudah >>…

Terima kasih Rizqa Maulia Rahmawati , Naznid, Andi ancha atas kirimannya.

Puisi Satire

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Bengah

Hujan Musim Semi
Hujan Musim Semi

Tiada yang lebih merdu;
Selain suara hujan di musim semi itu;
Irama rintik rindu semestaku;
Menanti mekarnya bunga di pohon itu; >>…

Hancur
Hancur

Aku menari dalam air mata
Tersenyum sedang hati berduka
Aku lemas dalam fikiranku sendiri
Hidup saban hari menderita
Tenang tenang
Tidur lena mengharapkan segala yang binasa akan pulih
Seleraku makin >>…

Percikan Bunga Api
Percikan Bunga Api

Buat apa aku harus bermimpi sedangkan kau tiada lagi disisi
Mimpi indah yang bertukar ngeri
Malam-malamku dipenuhi tangisan sambil memanggil namamu
Sedangkan jeritan sukmaku tidak lagi didengari
Jalanku semakin longlai >>…