Jumlah baris 14 Baris

Puisi 14 Baris Contoh Larik dalam Berbagai Judul [TERLENGKAP]

Daftar Isi Puisi 14 Baris Contoh Larik dalam Berbagai Judul [TERLENGKAP] :
  1. Kumpulan Puisi Bertema 14 Baris
  2. Gambar Quote Puisi 14 Baris
  3. Kumpulan Semua Puisi 14 Baris Terbaru
  4. Puisi 13 Baris
  5. Puisi 15 Baris

Gambar Quote Puisi 14 Baris

Puisi 14 Baris

Puisi 14 Baris bergambar di atas berjudul Sering Rasa karya abudalta

Kumpulan Puisi Dengan Tema 14 Baris

Rasa yang Ego

Bagaimana bisa rangkaian bunga yang telah dirangkai bersama oleh kedua pasang tangan itu
Antara laki-laki dan perempuan yang pelik
Tanganku yang cokelat dan tanganmu yang lembut
Kita sama-sama merangkai dengan bahagia dalam pot besar yang penuh dengan kasih

Tangkai demi tangkai
Daun demi daun
Kelopak...

Sutan Azis

Pencuri kecil

Si sialan itu menculik apa yang aku pertahankan
Dan kenapa aku lalai mempertahankan
Hal untuk masa depan, kenapa harus sekarang
Bodohnya aku sampai kecolongan

Pertemuan biasa yang sulit terlupakan
Obrolan garing semakin menghancurkan pikiran
Basa-basi canggung menghasilkan pembicaraan
Karna itu yang membuat aku begadang...

Nayoko Estiningtyas

Tak Jera

Denyut nadi sekeras gemuruh
Tangkis jiwa yang sendu,
Bias cahaya redup hati yang pilu,
Buka asa, buat semangat mengayuh..

Perlahan kutulis harapan..
Tepis ilusi, sambut harmoni
Senandung hati merangkai mimpi,
Yang tak bertepi seraya lukiskan angan

Meski waktu kian membekuk,
Dan mentari perlahan...

galuh bening

Aku dan hujan

Jalan itu menghitam,
basah oleh hujan.
Namun  aku, muram,
Kering oleh kerinduan.

Gerimis ini menghapus jejak apapun,
Namun kasihmu tak hilang dalam hitungan tahun.

Puisi bahasa inggris dari puisi diatas artinya :

“Me and Rain”

The road was blackened,
soaked by rain.
But I,...

PencilSpirit

Sembilu

Jangan lagi kau datang
Hanya untuk menyakiti lalu pulang
Meninggalkan luka yang tak pantas dikenang

Hadirmu bagaikan pelangi
Datang dengan sebuah keindahan lalu pergi
Layaknya benalu yang hanya menginginkan nikmatnya saja
Tanpa mempedulikan perasaan inangnya

Pulanglah..
Hadirmu hanya akan membuat gundah
Hadirmu hanya...

Naya Saadia

Kau Yang Tak Bercelah

Seolah bersebab
Kita meritme sedalam gendang rasa

Nada-nada selaras jadi
Memetik tiap-tiap senar rindu senandung gelora pecinta

Oh ….
Kau yang membirama sebagai nyawa dalam pelaminan asmaraku
Romansamu hanguskan rembulan di ufuk malam

Serasa menjiwai di seluruh badani
Hayatku tersuguhkan sebagai separuhmu

Oleh karenanya, dengarlah

Gadis Tanah Ganja

Perihal Skenario Terbaik-Nya

Senja akhir Juli telah berpamit, namun asa kembali memutar jejak langkah yang sudah terlewati
Jejak langkah yang tak mudah untuk dilalui
Jejak langkah yang tak semua berujung bahagia
Jejak langkah yang hampir berujung menyerah
Saat kaki tak lagi mampu melanjutkan langkah mendatangkan kecewa dan luka

Namun...

Sarlota Yuspin Lolo

Merajut Asa

Wahai pagi katakan padanya
Engkau ada karena mentari bersinar
Tanpa sinar itu kau pun tak berbeda dengan malam
Tapi malam katakan pula padanya
Walau gelap masih ada bulan menerangimu

Mentari ajari dia sekuat kamu
Meraung ganas membagikan cahayamu
Bulan ajari dia sabar sepertimu
...

TIKA MARDINI SAPTUTI

Bukan Pujangga Cinta

Diam seribu bahasa itulah aku
Sekadar bersuara lewat kalbu
Tak pandai aku berbahasa lagi merayu
Apalagi mencipta kata palsu

Tak mau aku bersandiwara
Merangkai syair-syair cinta
Layaknya sang pujangga
Sebab cinta bukanlah permainan kata
Bukan pula bualan semata

Aku butuh cinta nyata, bukan...

Wahyu Eka Nurisdiyanto

Rindu yang Menyerah

Selaksa gemintang yang beratap cakrawala
Ambu-ambu romansa kerinduan terpapar mala
Sisa tawamu masih terdengar
Di tengah jiwa yang menggigil sebab kerinduan

Jalan pulangku menghitam
Basah oleh senyum yang membayang
Hitam pekat, penuh luka yang memikat

Aku hanya bisa menuliskan beberapa aksara
Tentang luka, dan...

Adila Firdausi

Merajut sendiri

Bukannya aku tak mau atau takut kembali.
sedangkan aku tak ingin lagi melihatmu meneteskan air mata.
saat perpisahan itu terjadi.
bukan kah langit merundung,ombak di laut menepis pelan-pelan.
justru dingin enggan lenyap, dia merambat di dahan lambaianmu.
coba kau ukir lagi pesanku.
aku disini...

sky shucaya

Keadaan

Hari semakin gelap
Kepala semakin penat
Semua tak berjalan sesuai rencana
Kebisingan hanya dikepalaku saja

Aku percaya
Tiada duka
Tanpa rencana

Aku bersaksi
Bahwa menangis
Tidak akan menurunkan gengsi

Dan aku berlindung
Dari godaan alkohol
Yang terkutuk.

-(a. rp),

Ade Rian Priatna

Ibuku sayang

Waktu terus bergulir ibu…
Tapi belum juga engkau memetik hasilnya
Kuncup wangi bungapun belumlah tercium

Apakah aku yang lamban ibu….???
Atau engganka waktu untuk mberikan aku ruang
Atau kurang maksimalka giatku…?!

Cahayamu mulai meredup ibu
Anakmu pun sedang mengejar waktu
Akan berbau harumka...

Justjoh

BADAI MEMBADAI

Raga bersorak gempita melambai-lambai bagaskara
Sabastala bermega hitaman seolah tak kan rintiknya
Namun dalamnya, akara merunduk pilu bagai bunga nan layu
Gelisah pilu bagai badai membadai di taman kalbu

Rahsa nan pilu bernaungan harsa nan palsuan
Bukanku tak ingin mendongeng pada insan nan lain
Hanya...

Wahyudiatto

Percakapan Malam

Hujan yang mengguyur sesaat,
Menyisakan genangan dalam keheningan
Duduk di depan serambi depan.
Katanya memecah kesunyian;

Tapi biarlah sunyi,
Biarlah kujaga malam ini.
Aku ingin sendiri,
Menuliskanmu seperti ini.
Mengusir rindu yang menghujani hati
Meski di luar hujan telah terhenti.

Sudahlah, hujan...

Danny Faldy

Setitik Kebahagiaan

Ku dilahirkan dengan penuh perjuangan
Dibesarkan dengan kasih sayang
Dididik dengan cinta dan kelembutan

Karena itu…..

Sebelum semua pergi
Sebelum semua sirna
Sebelum semuanya berpulang

Aku ingin,
Memberikan
Setitik kebahagiaan

Kebahagian
Seperti yang pernah
Aku rasakan .

Terima Kasih Ibu .

Vinnesya Akasyafa TheQueen Chacefia

Antara wabah dan Rindu

Ini hanya sementara,
Kupikir begitu.
Namun ternyata,
Isyarat rindu berbeda.

1 hari bagaikan 1 pekan,
1 bulan bagaikan 1 tahun.
Sampai kapan wabah ini akan berakhir,
Hingga Memisahkan kita begitu lama.

Pemasukan Masyarakat menjadi sedikit,
Rindu menjadi lebih karena tak kunjung...

Putri Padiah

Senja Indah

Saat matahari mulai terbenam
Aku melihatmu tersenyum di sampingku
Aku tak berkedip menatap matamu
Bagiku, matamu begitu sempurna

Hari itu
Aku merasakan denyut nadimu
Detakan keras jantungmu
Harum nafasmu
Juga hangat cintamu

Kini tentangmu kujadikan cerita sebelum tertidur
Ku jadikan bayang kerinduan...

MhendraKey

Bayanganmu

Di relung relung kamarku,,
kulihat kau tersenyum,,
puisi ini untukmu,,

untuk kita,,
untuk dapat saling bicara,,
tentang bunga melati atau mawar,,
yang berwarna jingga,,

kini dia mekar,,
sayang tersia sia,,
walau setia,,
tapi tak bermakna,,

karena kau tiada,,
sungguh,, kau tiada,,

anonym

Biarlah

Lembut sapamu menjama
Nohkta nuranimu menyentuh
Laksana sutera mengelus lena
Hingga buai hanyut di jiwa yang renyuh

Kini nohkta nurani memburam
Tercemar asa duga yg mencekam
Untai lisan tiada berdaya
Mengurai soal pun tercela

Sutera lembutpun kini berlalu
Sirna serta cerita dahulu
...

J.099"X

LARA

Gemintang minggu yang beratap cakrawala
Ambuan rindu jelma lara dan sendu
Serta sisa tawamu yang masih terdengar
Entah aku gila atau mati rasa
Berharap dirimu yang dulu selalu ada
Dengarlah…
Gemuruh hatiku yang suaranya mirip kehancuran
Coba kau lihat…
Ada genangan air...

Nadhiya ulhaq robbani

Negeri Fantasi

bukankah pada kelopak matamu yang bening,
negeri mimpiku dimulai?

menyusuri tiap teori abstrak
tak terumus; melambat, menjemu
membunuhi kenangan
di ujung gerutu.

Dalam bahasa inggris puisi diatas artinya :

“Fantasy Land”

In your eyelids is clear is’t it?
My dream land begins?

down each abstract...

Legiman Partowiryo

Kemelut Rindu Menyapu Waktu

Layak langit
Laksana bulan
Namun sekelumit
Hanya tertawan
Berganti fajar
Dan sang embun terhampar
Seperti terdampar
Melihatmu jauh samar
Tapi aku tidak mundur
Kepergianku bukan berarti gugur
Mungkin saat ini sepi mengguyur
Tapi yakinlah esok pasti melebur
Dan...

Evi Nur Ramadhani

BIE

Serupa magenta
Hadirmu temaram benamkan kecelaan
Seagung asmara membirama kemesraan
Nada-nada kasmaran merengkuh tak terpatahkan

Dan, selepasnya kau bertahta
Tak perduli berapa banyak usaha
Tak terbilang berapa kali kepura-puraan
Masih belum cukup gejolak rindu memburai

Di kesekian malam pun
Pada embus angin tentangmu...

Gadis Tanah Ganja

Kumpulan Puisi 14 Baris Terbaru Hingga 2024