Puisi 6 Bait kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Contoh Puisi 6 Bait Dari 44 Judul Bebas atau Berima

Gara Gara corona

Sekolahku libur gara gara corona
Tetapi ini bukan liburan

Tugas tugas dikirimkan
Sementara aku bermalas malasan
Memang tugas itu tidak sepantas nya dikirimkan

Jika sekolah adalah rumah kedua
Tempat belajar adalah fungsinya
Seharusnya tak sepantasnya
Aku mendapatkan tugas

Karena lokasi sekarang adalah di istana
Yaitu dirumah pertama

Buat corona segeralah musnah
Aku ingin menjalani hidup seperti biasanya kembali kembali

Tak >>...

0

Cinta itu sunyi

Pagi ini, ketika matahari mulai meninggi dan lembah dingin mulai menjadi ramah aku kembali.

Turunlah duduk disampingku jangan kau sungkan, aku kini bukan musuhmu lagi.

Ini sudah ku siapkan secangkir hangat rindu yang bisa kita nikmati berdua.
Sembari ku benahi rambut cantikmu yang di goda oleh angin.

Jangan menunduk, aku bosan hanya melihat pipimu yang basah daritadi. >>...

10

Sampan usang

Telah ku cabut jangkar luka yang sudah terlalu lama membusuk
Bersiap meninggalkan rumah yang tidak lagi senyaman dahulu

Kubentangkan layar-layar harapan lalu di tiup pasrah oleh angin timur
Memaksa untuk kembali menuju samudera

Riuh rendah ombak menari-nari
Sampan usang terombang-ambing

Sempat ku berlindung di balik karang
Di hempas badai dari utara
Kembali ku dayung sisa mimpi yang >>...

10

Aku ingin mencintai

Aku ingin mencintai
Seperti aku merangkai puisi

Aku ingin mencintai
Seperti Lilin terkobar api

Aku ingin mencintai
Seperti desir angin menjatuhkan bunga melati

Aku ingin mencintai
Seperti malam menggantikan pagi

Itu saja! Sahutku

Madura, 05 April 2020

0

IBU

Mengingatmu
hatiku sedih dan rindu
mengingatmu
semakin nyata terbayang wajahmu

Kelembutanmu
senyum damaimu
kasih sayangmu
begitu melekat di hatiku

do’a terbaikmu
bimbinganmu
ketulusanmu
kau beri dengan sepenuh hatimu

karena ingatan itu,
luluh redam hatiku
hingga tak kuasa aku
menahan jatuhnya butiran bening dipipiku

Tiada yang bisa mampu ke beri untukmu
hanya do’a terbaik untukmu
selalu menjaga nama baikmu
sebagai >>...

9

Laraku Pilumu

Saat pagiku kian mendekat
Kau yang s’lalu ku ingat
Sekalipun jarak terasa lambat
Biarkan cinta tetap terikat

Naluri sengbangi karsa
Rasa yang terselubung tiada
Diantara jarak kita bersama

Rindu tak juga mereda
Merekah penuh tanya
Pada bayangmu yang tersisa

Aku masih menunggumu disini
Dengan cinta di hati
Ku ingin kau peluk dan temani
Hingga akhir nan abadi
Dan >>...

0

Rintihan Bumi

Hening berkawan mentari
Diam-diam sepi dalam ramai
Semakin ke tepi aku sepi
Aku dan mentari belum mengerti

Bayang-bayangku terusik kisah
Kala laut terhempas di tepi pantai
Tanpa kata dan bahasa
Gelora ombak penuh misteri

Senja telah gugur dari bumi
Gelap gulita memulai cerita
Derita bumi seorang diri
Menanggung tangisku dari sudut kota

Bumi pun turut menangis dalam sepi
>...

0

Wanita malam

malam mulai menyapa
Terdengar tapak kaki perlahan
Sembari membawa sehelai kain terikat
Ternyata kau wanita malam

Jiwa-jiwa masih terbuai
Namun, engkau telanjang
Membisikkan kata tak terdengar
Seakan Dia milikmu sahaja

Desir Angin bernada
Sebab, memandangmu melata
Hewan kecil tersenyum mesra
Melihat engkau bersimpuh Kuasa

Wajah mulai meresah
ketika jari jemari mulai meraba dan kaki mulai meniti menapak
Disertai >>...

0

Kegundahan Jiwa

Kala kata tak bisa dirangkai
Kala ungkap tak bisa lagi diurai
Kegundahan dari jiwa tak bisa direlai
Äda apa wahai jiwa yang tak bisa santai
Padahal tak ada satupun yang menimpa kecuali semua suratan dari Pencipta

Wahai jiwaku yang tertutup oleh hijab
Ketika otakmu tak mampu dan kalap
Yakinlah semua terbuka tanpa sebab

Sering karena memburu sesuatu
>...

0

Tangisan Ibu Pertiwi

Kulihat ibu Pertiwi sedang menanggung kesakitan diatas tanah ini.
Tanah kering kerontang tanpa bakti putra putrinya.
Ibu Pertiwi kau tampak murung kusam dan gusar.
Hutanmu kini tak lagi rimbun.

Aliran sungaimu kini tak sejernih dulu lagi.
Kekayaan alam menjadi corak yang tak terkalahkan habis ditelan masa.
Kini ibu Pertiwi sedang bersedih.
Ibu Pertiwi nafasmu kini semakin >>...

6

Pamit

Hey kemarilah sebentar aku ingin bermain denganmu berlarian memutari edelweis basah dipagi ini.
Temani aku setidaknya sebelum kabut itu datang dan menenggelamkanku lagi.

Aku ingin menghilang dengan atau tanpa dirimu,
Diantara dingin dan nyanyian bisu tempat ini.
Aku ingin berjalan menyusuri keabadian yang sunyi
Membawa kotak kecil penuh emosi yang tidak seorangpun tahu isi >>...

0

Jalan Pulang

Seisi langit ada di matamu malam ini.
Lengkap dengan milyaran bintangnya juga rahasia-rahasia malam yang kau jaga.

Daya ku mengungkap tabirmu.
buruknya kau adalah gelap di langit,
Sementara baikmu seperti milyaran bintang yang kusebutkan tadi di atas.

Tidak ada malam yang lebih khusyuk selain malam ini.
Di Antara irama keluh kesah kita yang semakin merendah, >>...

0

Ibu

IBU
Tiga rangkaian 3 huruf sederhana namun mendunia…
Begitu sederhananya sehingga terlupa akan luka…
Hangat kasih sayangnya melampui sinaran pagi sang surya…

IBU
Begitu tahkluk aku di pangkuamu.
Waktu tak pernah bisa menghitung detik demi detik pengorbamu…

IBU
Tak ada kata kata ataupun bait bait kalimat sempurna untuk menjelaskannya…
Dialah pengorbanan,Dialah kasih sayang…

IBU
Aku tak >>...

0

Nona

Tahukah kau nona?
Merona wajahmu membuat kalbuku meronta,
rasa ingin bersatu makin terhampar
Tapi yang kutahu
“Ratu yang bersatu dengan jelata hanyalah dongeng belaka”.

Tahukah kau nona?
Gulita meraung di ruang yang sunyi,
kalbu tiada hentinya sedan sedu,
dan rinduku tak terbatas,
tak terbalas,
lara ku pun makin terendap.

Tahukah kau nona?
Aku hanya pandai berkata,
tiada >>...

0

Orang tua istimewa

Aku senang!
Banyak sekali manusia
Tapi kalian adalah yang istimewa
Kalian menjaga ku dengan ikhlas dan penuh kasih sayang

Ibu,
Kau adalah malaikat tak bersayap
Yang Tuhan turunkan untuk menjaga ku
Yang selalu ada dalam hatiku

Ayah,
Kau adalah sosok orang yang tegas
Kau susah payah bekerja,
Untuk mencukupi kebutuhan keluarga
Kau juga ada di dalam hatiku

Kalian >>...

10

CINTA PERTAMA

Malam Pertama

Hitam pekat selimuti jagat
Awan berarak membumi berderai lebat
Aku dan dirimu berpadu dalam rindu nan hebat
Saling dekap luapkan segala rasa menjerat

Dua insan telah dilanda cinta
Tengah terbakar api asmara nan membara
Seakan ia melupakan segalanya
Hanya gejolak menggelora dalam rongga dada

Gelak tawa mesra ‘tak berhenti mengisi sepi
Cumbu rayu kian beradu tepiskan >>...

9

Bencana asap

Tiada asap tanpa api
Hutan kami telah dikebiri
Dengan cara yg tak manusiawi
Oleh orang-orang berdasi

Mereka musnakan dengan api
tanpa memikirkan hidup kami
Asap telah melanda ke seluruh negri
Tiada lagi oksigen yg kami konsumsi

Bisa bisa kami akan mati
Asap memberi banyak rugi
Paru-paru diserang tanpa negosiasi
anak-anak menjerit sampai ke hati
Beraktifitas di >>...

0

Bidadari tak kenal lelah

Kau wanita yang mulia
Kau wanita yang tangguh
Kau juga wanita wonder women kami….

Kau tau tak ada yang lebih berharga dari mu di dunia ini
Kau wanita yang sering disebut
Ibu…

Bu, tak pernah kau peduli apapun disekitar mu
Tak pernah kau hiraukan letih mu
Tak pernah kau hitung pengorbanan mu
Bu, kau sungguh wanita yang >>...

5

Hujan di sore itu

Hujan di sore itu
Karya
INDRIYAWATI KOMALASARI

Hujan di sore itu..
Kita lagi bersama
Tertawa riang dan menikmati rintikan demi rintikan
Yang membuat perasaan kita merasa tenang

Hujan di sore itu….
Menghapus air mata kita
Dan mengubahnya dengan kebahagiaan
Kebahagiaan yang begitu indah

Di setiap rintikan mu begitu bermakna
Makna yang begitu dalam
Sehingga sulit buat dikatakan
>...

6

Kala Bumi Terguyur Hujan

KALA BUMI TERGUYUR HUJAN

Kita bertemu kala bumi terguyur
hujan dan kita berbagi payung
menuju masing peraduan sambil kenalan.

Kita berbagi kisah sembari bumi terguyur
hujan dan senyuman kita saling bertatapan.
Kita berdua sedang kasmaran.

Kita berjanji kala bumi mendung menunggu hujan.
Kataku adalah katamu dan kata-kata kita
berjalan seiringan.

Kita becumbu tak peduli bumi berlumur hujan
Seolah kita >>...

0