Puisi 5 Bait kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Contoh Puisi 5 Bait Dari 71 Judul Bebas atau Berima

Akhir Sebuah Kisah

Tiga tahun lamanya asmara itu berpadu,
Untaian berlaksa rasa dalam harapan yang satu,
Tertata dengan indah di atas hamparan mewangi,
Mengusir pergi deraian pilu dan rintihan sendu.

Sore ini, di persimpangan jalan ini,
Kau dan aku berada di dua sisi,
Tak ada lagi senyum atau candaan manja,
Inilah akhir dari perjalanan cinta kita.

Sementara mendung >>...

10

Misteri

Curam, dalam, mengerikan
Mungkinkah jurang?
Di seberang kudengar buyar, bising
Oh.. Kunampak perang
Dengan perlahan..
Kuseberangi jembatan menuju suatu tepian
Walau kabut menutup pandangan

Taman hatiku berhenti bersemi
Belati menyayat hati, mengiris hingga kisahku miris
Kau mengganggu buatku lalai hingga tubuh terbengkalai
Oh misteri mengapa kau sembunyi?
Datanglah kemari tunjukkan diri

Menahun kenestapaan bertahta di bathin
>...

0

Menyerah

Disudut kota ini
Langit kembali memerah
Mengiringi gelap yg melangkah
Awan semakin kelabu
Sementara jiwa ini masih beradu

Bukan asumsi
Akupun tau ini semua tk pasti
Hanya membunuh waktu saja

Lalu
Berhasilkah kau melupakanku?

Kau tau,
Mengingatmu itu sakit
Mengenangmu itu pahit
Mana yg benar?
Cukup, aku lelah
Seperti ucapanmu “pergilah”
Memang kita bersama hanya untuk menyerah.

Yogyakarta, 2 >>...

6

Akhir

Seperti ombak yang menghantam karang
Seperti api yang membakar hutan
Dunia terombang ambing Bagai lautan yang pasang

Pasti semua akan hancur berantakan
Kuyakin semua orang kebingungan
Takkan ada lagi kesempatan
Semua orang akan ketakutan
Semua orang akan meminta pengampunan

Kesombongan akan dihilangkan
Kebenaran pun akan diperlihatkan
Raja raja pun tak lagi punyai kekuasaan
Harta benda pun >>...

0

Bait kala pandemi

Hai apa kabar?
Insan yang masih sibuk bercumbu dengan rindu.
Insan yang masih menaruh harapannya kepada semesta yang sedang tidak baik baik saja.
Dan pahlawan dunia yang masih tegar berjuang meski tak jarang dihantui cemas.
Nukilan ini dicipta untuk kamu, dia dan juga kita semua.

Kepada senyum indah sang priya, aku menaruh rindu.
Kepada canda tawa >>...

10

Menanti

Lihat,
Saat pintu telah terkunci
Lampu-lampu pun mati
Kau menyala sebagai satu yg ku rindukan

Malam ini aku kembali lagi
Kembali ke masa itu
Di tempat kau pernah ada
Kita pernah berdiri memutar kata
Menulis aksara menggambarkan warna
Membuat tawa terbahak bahak
Lalu menangis tersedak sedak
Diratapan dinding kecemasan ini
Terkisahkan kenangan di kepasrahan yg >>...

10

Sosok Pelita Hidup

Mentari bersinar dengan cahaya yang kemilau
Suasana indah menyelimuti pagi yang cerah
Langkahmu menjadi saksi pengabdian
Untuk mendidik dan mengajar

Kaulah pelita di ujung pagi
Kau sosok yang selalu di rindui
Kau pahlawan bagi kami
Dan kau sosok berharga untuk kami

Tanpa lelah kau ajarkan kami
Dari mencoret dengan pena
Sampai dengan menggambar dengan cara
Namun, kau >>...

0

Peluh Pembangkang

Di ambang waktu
Ku merangkak lesu termakan pilu
Membakar peluh yang jatuh bercampur debu
Merenung, membisu di kalbu
Tidakkah kau tahu?
Bendera suci di pelupuk mata
Ingin jariku menyandera
Tapi apa daya?

Fana jingga menghilang
Waktu jadikan aku pembangkang
Pembangkang penabuh genderang perang
Tak ku biarkan kobaran hilang
Tak ku ijinkan raga hangus melayang

Hati mulai merintih
>...

0

Andam Karam

Di sudut kota menunggumu
Wahai penikmat angka
Kuhitung barisan mobil tua
Tidak sepandai saat dikau menghitungnya

Di sudut kota bersamamu
Sekarang terasa senyap
Tak dapat diriku menatap
Saat dirimu tidam bisa menetap

Bersamamu di langit yang sama
Sebuah lingkaran kenangan lama
Masih bisa berkutik akan rasa
Berbincang mengeni mimpi bagaskara

Berjauhan denganmu
Serasa berbeda alam
Semua yang terukir >>...

0

Bumi Yang Asing

Kau tidak punya alasan lain, selain berada di rumah.
Begini juga aku.
Mendengarkan musik masing-masing dan
menyalakan lilin pada petang.

Bangsa kita sudah sakit dari awal. Memakamkan koruptor dengan uang. Memenjarakan lansia tanp gigi.
Tapi, itu tidak menjadi alasan untuk pasrah, bukan ?

Kembali ke rumah. Berdoa. Segera.
Dunia sudah tidak manja. Ribuan nyawa tanpa >>...

0

Rasa Dalam Frasa

Di bawah indahnya ukiran langit
Kutuliskan rasa dalam bait
Bagai benang yang dijahit
Bagai kayu yang dirakit

Tak terasa telah menetes peluh
Karena ternyata telah begitu jauh
Sampai pada tempat hati berlabuh
Pada jiwa yang tak pernah luruh

Namun apalah daya
Cinta hanya sebatas rasa
Yang terpendam dalam jiwa
Dan menyisakan hati yang luka

Dalam bait
Menggambarkan hati >>...

1

Pilihan Usia

Pikiranku sudah berumur 27 tahun
Ia seperti memasak tubuhnya sendiri
dalam kepala
matang ataupun mentah
tergantung hatimu pandai berubah

Doa yang kau bakar malam-malam
menjadi nyala paling tajam bagi
kakimu seharian
Begitu seterusnya
Sampai kau menemukan Cinta
yang dalam

Orang-orang bertanya
“mau kemana?” , “mau jadi apa?” atau
“sudah kaya? ”
Kau tidak berlibur sekarang.
>...

10

Cintaku, cintamu adalah perkara

Tak ada defenisi akurat tentang cinta
Cintaku, cintamu tumbuh tanpa sabda
Ia yang datang tanpa perlu dipintah
Pergi selalu meninggalkan luka parah

Sungguh anuggrah dari tuhan semesta
Hati bergetar menyelimuti rasa ketakutan
Jantung serentak berhenti tak berdaya
Bibir pun tak mampu mengucap kata

Hari-hari merasa derita berkepanjangang
Luka dan duka kian merajalela dimana-mana
Asmara dan drama dipermainkan >>...

0

POLEMIK SI MAKHLUK KECIL (CORONA)

Jalan sepi,
Bak kota mati
Para manusia memendam rindu,
Yang kian membelenggu

Semua berawal dari makhluk kecil imut serupa debu,
Tanpa henti bersilaturahim dengan tangan-tangan manusia
Biar ku beri tahu,
Dia adalah Corona

Bukan artis,
Bukan selegram,
Tiba-tiba viral di layar kaca,
Makin kemari kian menjadi polemik di penjuru dunia

Tuhan… Sudahi ujian ini,
Kami ingin hidup >>...

7

PATAH HATI DI AWAL TAHUN

“izinkan aku pergi …
Kau tidak perlu mencari ku lagi”.

Senja kembali ke peraduan dengan membawa luka
Tentang sepasang kekasih yang tengah putus cinta
Terombang-ambing dalam buaian harap yang tak perna pasti
Padahal, kata “sayang” terlontar setiap hari

Sial! sungguh sial
Aku terlalu hanyut dalam bual
Patah hati di awal tahun
Yang tentu tidak diharapkan oleh >>...

5

Pemilik Senja

Perempuan berkacamata yang cantik jelita
Menjelma menjadi cahaya diujung senja
Indah dilihat
Tak sabar dinanti

Ku ingin menatap lembayung senja
Tanpa menunggu akhir siang sang mentari
Meski dengan sekilas perjumpaan
Bersyukur, karna tak terlewatkan.

Kulihat wajah, mata memikat
Kulihat senyum, manis memukau
Kulihat kening, damai berseri
Ada apakah gerangan ??

Cahaya makin mendekat
Kulihat senja sudah tak terlihat
>...

0

Merajut Asa

Hidup kadangkala penuh lika-liku
Goresan luka masa lalu masih membekas
Mau tak mau harus kuhadapi
Walau terkadang pirau, namun itu nyatanya

Waktu per waktu perlahan berlalu
Siap memanggil kejadian baru
Keputusasaan menjadi pemicu
Antara mundur dan maju

Tatapan, bisikan, hinaan, cemohan
Ahk, betapa kejam dunia ini
Tak tahukah mereka seberapa dalam lubang tengah kugali?
Tak mengertikah air >>...

0

Luas dan Indah Alam

Kumenapak jejak tidak lah biasa
Bagai berada di surga sesungguhnya….
Andai perjalanan amat singkat
Akan aku jadikan sebagai pengingat….

Indah tak mampu kalian bendung
Karena mentari memaksa menyaksikan
Betapa luas dan tingginya hasil karyanya….

Luas tidak lah biasa
Untuk orang yang gemar merajut asa….
Menjelajah bagi petualang….
Bagi kami makhluk yang malang
Tuhan ciptakan siang dan malam
>...

0

CINTAKU HANYALAH CERITA

Pepatah bilang cinta itu buta
Iya, sekarang aku telah
Cinta sejenak yang hanyut terbajak
Ibarat cinta seluas langit, membendung tetesan hujan
Cinta yang tertidur pulas biarlah menghilang tanpa bekas

Rongga bumi terkutuk bisu tiada air
Bibir gerah tk tersenyum, hatipun lelah tak mengaum
Kubendung ribuan kasih
Yang menjadikan diriku tak bersuara
Entah untuk siapa aku melangkah?
>...

9

Cinta

Tetap kusebut ini cinta,
Walau yang tersisa sekarang hanyalah kenangan

Tetap kunamai ini rindu,
Walau tak pernah ada titik temu
Dan berujung pada hambar yang membeku

Dan aku masih akan tetap selamanya memanggilmu cinta,
Walau entah rasa apa yang kini mengiasai kita

Karena meski seberapa jauh aku membuangnya,
Pada akhirnya aku masih kembali memungutnya,
Walau hanya untuk kembali >>...

0