Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi 5 Bait dibawah.
Kirim Puisi Sekarang

Contoh Puisi 5 Bait Dari 64 Judul Bebas atau Berima

Peluh Pembangkang

Di ambang waktu
Ku merangkak lesu termakan pilu
Membakar peluh yang jatuh bercampur debu
Merenung, membisu di kalbu
Tidakkah kau tahu?
Bendera suci di pelupuk mata
Ingin jariku menyandera
Tapi apa daya?

Fana jingga menghilang
Waktu jadikan aku pembangkang
Pembangkang penabuh genderang perang
Tak ku biarkan kobaran hilang
Tak ku ijinkan raga hangus melayang

Hati mulai merintih
>...

0

Andam Karam

Di sudut kota menunggumu
Wahai penikmat angka
Kuhitung barisan mobil tua
Tidak sepandai saat dikau menghitungnya

Di sudut kota bersamamu
Sekarang terasa senyap
Tak dapat diriku menatap
Saat dirimu tidam bisa menetap

Bersamamu di langit yang sama
Sebuah lingkaran kenangan lama
Masih bisa berkutik akan rasa
Berbincang mengeni mimpi bagaskara

Berjauhan denganmu
Serasa berbeda alam
Semua yang terukir >>...

0

Bumi Yang Asing

Kau tidak punya alasan lain, selain berada di rumah.
Begini juga aku.
Mendengarkan musik masing-masing dan
menyalakan lilin pada petang.

Bangsa kita sudah sakit dari awal. Memakamkan koruptor dengan uang. Memenjarakan lansia tanp gigi.
Tapi, itu tidak menjadi alasan untuk pasrah, bukan ?

Kembali ke rumah. Berdoa. Segera.
Dunia sudah tidak manja. Ribuan nyawa tanpa >>...

0

Rasa Dalam Frasa

Di bawah indahnya ukiran langit
Kutuliskan rasa dalam bait
Bagai benang yang dijahit
Bagai kayu yang dirakit

Tak terasa telah menetes peluh
Karena ternyata telah begitu jauh
Sampai pada tempat hati berlabuh
Pada jiwa yang tak pernah luruh

Namun apalah daya
Cinta hanya sebatas rasa
Yang terpendam dalam jiwa
Dan menyisakan hati yang luka

Dalam bait
Menggambarkan hati >>...

1

Pilihan Usia

Pikiranku sudah berumur 27 tahun
Ia seperti memasak tubuhnya sendiri
dalam kepala
matang ataupun mentah
tergantung hatimu pandai berubah

Doa yang kau bakar malam-malam
menjadi nyala paling tajam bagi
kakimu seharian
Begitu seterusnya
Sampai kau menemukan Cinta
yang dalam

Orang-orang bertanya
“mau kemana?” , “mau jadi apa?” atau
“sudah kaya? ”
Kau tidak berlibur sekarang.
>...

0

Cintaku, cintamu adalah perkara

Tak ada defenisi akurat tentang cinta
Cintaku, cintamu tumbuh tanpa sabda
Ia yang datang tanpa perlu dipintah
Pergi selalu meninggalkan luka parah

Sungguh anuggrah dari tuhan semesta
Hati bergetar menyelimuti rasa ketakutan
Jantung serentak berhenti tak berdaya
Bibir pun tak mampu mengucap kata

Hari-hari merasa derita berkepanjangang
Luka dan duka kian merajalela dimana-mana
Asmara dan drama dipermainkan >>...

0

POLEMIK SI MAKHLUK KECIL (CORONA)

Jalan sepi,
Bak kota mati
Para manusia memendam rindu,
Yang kian membelenggu

Semua berawal dari makhluk kecil imut serupa debu,
Tanpa henti bersilaturahim dengan tangan-tangan manusia
Biar ku beri tahu,
Dia adalah Corona

Bukan artis,
Bukan selegram,
Tiba-tiba viral di layar kaca,
Makin kemari kian menjadi polemik di penjuru dunia

Tuhan… Sudahi ujian ini,
Kami ingin hidup >>...

6

PATAH HATI DI AWAL TAHUN

“izinkan aku pergi …
Kau tidak perlu mencari ku lagi”.

Senja kembali ke peraduan dengan membawa luka
Tentang sepasang kekasih yang tengah putus cinta
Terombang-ambing dalam buaian harap yang tak perna pasti
Padahal, kata “sayang” terlontar setiap hari

Sial! sungguh sial
Aku terlalu hanyut dalam bual
Patah hati di awal tahun
Yang tentu tidak diharapkan oleh >>...

5

Pemilik Senja

Perempuan berkacamata yang cantik jelita
Menjelma menjadi cahaya diujung senja
Indah dilihat
Tak sabar dinanti

Ku ingin menatap lembayung senja
Tanpa menunggu akhir siang sang mentari
Meski dengan sekilas perjumpaan
Bersyukur, karna tak terlewatkan.

Kulihat wajah, mata memikat
Kulihat senyum, manis memukau
Kulihat kening, damai berseri
Ada apakah gerangan ??

Cahaya makin mendekat
Kulihat senja sudah tak terlihat
>...

0

Merajut Asa

Hidup kadangkala penuh lika-liku
Goresan luka masa lalu masih membekas
Mau tak mau harus kuhadapi
Walau terkadang pirau, namun itu nyatanya

Waktu per waktu perlahan berlalu
Siap memanggil kejadian baru
Keputusasaan menjadi pemicu
Antara mundur dan maju

Tatapan, bisikan, hinaan, cemohan
Ahk, betapa kejam dunia ini
Tak tahukah mereka seberapa dalam lubang tengah kugali?
Tak mengertikah air >>...

0

Luas dan Indah Alam

Kumenapak jejak tidak lah biasa
Bagai berada di surga sesungguhnya….
Andai perjalanan amat singkat
Akan aku jadikan sebagai pengingat….

Indah tak mampu kalian bendung
Karena mentari memaksa menyaksikan
Betapa luas dan tingginya hasil karyanya….

Luas tidak lah biasa
Untuk orang yang gemar merajut asa….
Menjelajah bagi petualang….
Bagi kami makhluk yang malang
Tuhan ciptakan siang dan malam
>...

0

CINTAKU HANYALAH CERITA

Pepatah bilang cinta itu buta
Iya, sekarang aku telah
Cinta sejenak yang hanyut terbajak
Ibarat cinta seluas langit, membendung tetesan hujan
Cinta yang tertidur pulas biarlah menghilang tanpa bekas

Rongga bumi terkutuk bisu tiada air
Bibir gerah tk tersenyum, hatipun lelah tak mengaum
Kubendung ribuan kasih
Yang menjadikan diriku tak bersuara
Entah untuk siapa aku melangkah?
>...

9

Cinta

Tetap kusebut ini cinta,
Walau yang tersisa sekarang hanyalah kenangan

Tetap kunamai ini rindu,
Walau tak pernah ada titik temu
Dan berujung pada hambar yang membeku

Dan aku masih akan tetap selamanya memanggilmu cinta,
Walau entah rasa apa yang kini mengiasai kita

Karena meski seberapa jauh aku membuangnya,
Pada akhirnya aku masih kembali memungutnya,
Walau hanya untuk kembali >>...

0

Cinta

Jika ingin bermain cinta
Aku pasti bisa

Namun aku tak kuasa melihatmu menangis
Membekas trauma hingga kau terkikis…

Cinta adalah sinar terang
Yang menyinari hati setiap orang
Bukan permainan,bukan untuk berpetualang
Yang hanya datang lalu ditinggal…

Karena yang paling indah dari cinta adalah
Komitmen dan kepercayaan
Cinta bukan sekedar dari mata
Cinta itu hadir dalam jiwa

Dan cinta terdiri >>...

10

Ibuku Pahlawanku

Ibu engkau melahirkanku
dengan kasih sayang…

Ibu kau selalu ada
disampingku maupun
dimanapun..

ibu kau berjanji
akan menemaniku

Ibu kau telah
melahirkanku
dengan taruh nyawa

Terimakasih Ibu

9

Biarlah

Lembut sapamu menjama
Nohkta nuranimu menyentuh
Laksana sutera mengelus lena
Hingga buai hanyut di jiwa yang renyuh

Kini nohkta nurani memburam
Tercemar asa duga yg mencekam
Untai lisan tiada berdaya
Mengurai soal pun tercela

Sutera lembutpun kini berlalu
Sirna serta cerita dahulu
Jiwa renyuh di hati yang pilu
Termakan asa jalan yang keliru

Biarlah….🙏🙏🙏🙏

099x

0

Ungkapan

Tulisan ini menceritakan sesuatu
Bumi kering tak berisi hati
tak ada sesuatu yang datang bersiul
sunyi bisu menyayat jiwa

Saat bulan berusaha bersinar
matahari berusaha membantu
saat itu sang Dewi datang
menyapa bumi lewat mega luas

Bumi mendendangkan syair
mengisyaratkan hati
memberi nada yang merdu
bergema, menyapa melodi yang tertidur

Saat nada dijuluki pria, melodi adalah wanitanya
saat >>...

5

Riuh di malam hari

Tak kusangka
Angin malam membuat ku tak tenang
Dinginnya malam terasa mencekam
Terhempas kan kesunyian yang begitu mendalam

Untuk kesekian kalinya
Ku tuliskan surat rindu
Namun bukan sembarang rindu
Karena terlepas dari belenggu nafsu

Siulan burung gagak
Tangisan seorang bayi
Dan alunan gitar tua
Menyatu harmoni dalam sukma

Akan ku tunggu pagi menjelang
Melepas sebuah kesunyian
Menyambut datangnya >>...

0

Siapakah aku bagimu

Kau bagaikan bunga mekar yg harum..
Namun apalah arti diriku jika kau bunga yg indah..
Mungkinkah aku salah satu dari lebar yg slalu mengincar harum mu ? Sehingga kau tak melihat adanya diriku, dikarenakan banyak lebah yg mengejarmu..
Ataukah hanya semut yg mengharapkan kau menoleh kebawah melihatku..

Sekian lama hati ini menetap padamu..
Sekian lama >>...

0

Menyerah

maaf, aku harus menyerah
telah lama kucoba untuk bertahan namun aku semakin terluka

maaf, aku harus menyerah
kuat inginku untuk bertahan namun hati tak bisa lagi menerima

maaf, aku harus menyerah
luka ini sudah terlalu dalam hingga membuat hatiku pecah bergelimang darah

maaf, aku harus menyerah
menghentikan langkah menutup semua lembar kisah mimpi indah sepasang >>...

10