Puisi

Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi 5 Bait dibawah.

Kirim Puisi Sekarang
Menu

Kumpulan Puisi 5 Bait Terkeren dan Terbaik

Siapakah aku bagimu

Kau bagaikan bunga mekar yg harum..
Namun apalah arti diriku jika kau bunga yg indah..
Mungkinkah aku salah satu dari lebar yg slalu mengincar harum mu ? Sehingga kau tak melihat adanya diriku, dikarenakan banyak lebah yg mengejarmu..
Ataukah hanya semut yg mengharapkan kau menoleh kebawah melihatku..

Sekian lama hati ini menetap padamu..
Sekian lama >>...

~ 3.4 ~

Menyerah

maaf, aku harus menyerah
telah lama kucoba untuk bertahan namun aku semakin terluka

maaf, aku harus menyerah
kuat inginku untuk bertahan namun hati tak bisa lagi menerima

maaf, aku harus menyerah
luka ini sudah terlalu dalam hingga membuat hatiku pecah bergelimang darah

maaf, aku harus menyerah
menghentikan langkah menutup semua lembar kisah mimpi indah sepasang >>...

~ 5 ~

Luka

luka datanglah
hatiku siap menyambutmu
telah kubuka lebar ruang untukmu

irislah
tusuklah
remukkanlah
janganlah engkau segan sampai habis air mata darah

sembari aku mengingat suatu kisah
dimana yang seharusnya tak terjadi
namun akhirnya harus terjadi
sebuah kisah yang harus berakhir
namun tanpa harus kuakhiri
sesalpun tiada guna lagi

mencoba menahan beratnya siksa ini
namun apa daya
satu kakiku >>...

~ 1.8 ~

Alam dan Firasatnya

Firasat mungkin sekiranya adalah sebuah pertanda.
Bagaimana alam mencoba terus untuk berbahasa.
Mengirimkan tandanya lewat sekelebat halimun.
Kemudian larut menjadi tetes-tetes air hujan.

Dan bila sekiranya kita tak lagi mampu memahami,
Pesan apa yang terpahat pada ranting-ranting pepohonan.
Dan bisikan apa yang tercipta dibalik riuh angin yang bertiupan.
Sudakah alam kembali berdusta lewat pertandanya?

Dan pada >>...

~ 3.3 ~

Eanita

Eanita adalah wanita
Sudah paruh baya
Eanita ingin apa?
Ingin pergi jalan jalan

Aku ingin wanita
Yang suka ke salon
Rambutnnya panjang
Duduk di kuburan

Eanita kemana?
Eanita ke pasar
Beli cabai dan bombai
Untuk aku dimakan

Eanita wanita
Tak peduli apa
Perasaan dan sakit
Hati dan uang

Eanita benci hidup
Benci menangis
Benci berjuang
Eanita wanita, punya perasaan

~ 0 ~

Kamu Kamu Kamu

Harusnya tidak ada pertemuan.
Sepatutnya aku beri jarak.
Jika akhirnya kita hanya kata ilusi.

Getar suara itu membisik relung hati.
Aku sadar siapa kamu.
Tuhan, tahu betul mana yang unggul.

Semua diciptakan berpasang – pasangan itu memang benar.
Bisakah hidup satu tulang rusuk dalam dua hati ?
Tidak. Dia butuh keseimbangan.

Hal baiknya seperti itu.
Singkatnya, kamu tidak >>...

~ 5 ~

Aku dan Kamu

Aku dan Kamu

Kamu adalah pelita hati ku
Saat ini pikiran ku sedang tertuju pada mu
Terbayang wajahmu di benak ku
Elok sekali paras mu

Fajar telah berlalu
Angin berhembus sangat kencang
Namun pikiran ku tetap terpaku pada mu
Kamu lah yang selalu aku bayangkan

Firasatku mengatakan
Orang yang paling tepat adalah kamu
Ruang hati >>...

~ 4 ~

Pujangga dan Hujan

Pada hari yang baik di bulan yang baik ini;
Hujan turun lagi membasahi segenap pertanahan;
Dibalik bulirnya seorang pujangga termenung;
Menuliskan kembali lirik-lirik tersedih dalam puisinya:

Wahai imaji hujan di masa lalu;
Pernah kulupa namun mengapa belum kurela?
Wahai melodi hujan di masa lalu;
Kembali kau ketuk palung paling dalam;
Kehalusan suara wanita yang pernah ada;
>...

~ 0 ~

Sajak Tarian Dalam Doa

Menari merajut peluh
Meringkuk memohon upah
Terus saja seperti itu,
Jangan diam ..

Kau mau hidupmu tergadai
Sedangkan kasihmu telah berharap
Melangkahlah wahai Rindu
Jangan pernah kau diam,
Bahkan sampai berhenti ..

Sulit ? Memang
Mencapai tepi dari sebuah dermaga
Sangatlah jauh, gelombangpun terus mengakar
Dan ilalang takkan berhenti merambat

Teruslah lukis keseimbangan
Antara kau dan Tuhan
Karna >>...

~ 0 ~

Menyaksikan Engkau, Senja

menyaksikan engkau, senja
lamat-lamat kusaksikan senja yang mulai bernari di tepian patah hari
tak ingin kulewatkan senja yang kan tampil menawan di hadapku
apalagi suntingan awan-awan putih, semakin buatku takjub
sorai gemulai angin, mengalunkan syahdu simponi pun juga
dedaunan melambai-lambai sorak ikut menyapa kehadiran engkau, senja

menyaksikan engkau, senja
bernari liuk berkas jingga di teluk mata
>...

~ 0 ~

Kumerindu

Senja berlabuh dipundakku
Setelah berlayar jauh dilautan keruh
Mencari mutiara yang dulu pernah hilang
Terhantam cadas ia karam

Malam membuai anganku
Terisi oleh detak jam bertalu-talu
Sekuntum mawar mulai layu
Tertinggal jauh oleh waktu

Pagi buta mencium sukma
Menyambut buku jiwa yang hampa
Bisikan dan harapan menjadi pinta
Terhimpit ruang dan waktu untuk berkata

Aku merindukanmu,
Seperti kumbang >>...

~ 0 ~

Ada Senja Bingkai Rindu

Pada senja, aku berkelana mencari rindu
Jauhku mentatah langkah hingga ke hujung sendu
Hanya karna senja, melangkah tiada ragu
Namun, selalu saja perjalanan mereguk pilu

Pada Senja, aku kuatkan langkah kaki
Menganyam senyum aku dan kau di tepian hari
Merenggas sunyi hingga sirna di lubuk hati
Dan pastikan senja dapatku kuasai

Pada Senja, nan lembut dengan langit >>...

~ 1.5 ~

Kenangan Senja di musim yang lalu

Kupejamkan mataku…..
dan datanglah kenangan2 itu
Ada aku yang tertawa ditemani kamu
Ada aku yang menangis di tenangkan olehmu
Ada kamu yang bercerita menghantar tidurku

Tersentak aku sadar akan lamunan itu

Ku buka mataku,, yang ada hanya aku
Ku pejamkan mataku kembali
Berharap kenangan itu datang mendekati

Namun…..

Yang ada hanya buram….
Semakin rapat kupejamkan mataku
Semakin meng >>...

~ 0 ~

bidadari ku

Kau datang dimana
Hati ini sedang terluka
Disaat sepi melanda jiwa
Kau hibur aku dengan canda tawa

Dengan senyuman manismu
Kau buat aku nyaman bersamamu
Dan inginku selalu melihatmu
Tersenyum manis di sepanjang harimu

Didalam matamu
Berasa ada cahaya yang menyinariku
Di dalam gelapku
Berubah terang oleh pancaran indahnya matamu

Ohh bidadri ku
Terimakasih sudah datang kepadaku
Kau >>...

~ 5 ~

Biar Aku Simpan

Sakit
Biar hati ini yang merasa
Melihat kau dan dia
Hampir aku rebah
Tidak merasa

Benar
Kerana katamu aku jatuh
Ke dalam lembaran yang aku sendiri
Masih belum jumpa jalan keluarnya

Benar
Kerana katamu juga aku rapuh
Bertemankan rasa yang tidak bertuan

Sulit
Biar aku sendiri simpan
Kerna aku takut meluah
Tapi ia sakit di dalam

Kerna kau tetap >>...

~ 0 ~

Rindu

air mata langit kian menetes
meneteskan segala kekecewaannya
kupandang langit yang kini menangis
kudengar suara air mata nya yang tak henti – hentinya menetes

ia kecewa
kecewa akan segala rindu
yang menyayat hatinya
demi ia, ia yang tak peduli dengan hati yang kini rindu

rindu yang kini menghujan
membuat ku mengingat
mengingat bagaimana kenangan terulang kembali
rindu >>...

~ 0 ~

JERITAN HATI

dikala senja dihamparan pasir putih

mentari kembali membenamkan diri

deru ombak hembusan angin

merengkuh dalam jeritan hati

seakan diri tak pernah berarti

~ 0 ~

Jagalah

Airmata..kau berhentilah menitis
Jemari kesatlah pipi
Hati..mengapa lagi bersedih
Kerna semuanya takkan kembali

Takdir mengubah hubungan kita
Dia Maha Tahu semuanya
Bicara hanyalah dalam doa
yang dipanjatkan pada Maha Kuasa

Ya Tuhanku
Perliharalah diri ini menempuh
hidup warna warni..tabah menerima takdir
Ya Tuhanku

Temukan ku teman di Firdausi
hingga itu kumohon padaMu
jagalah suamiku
jagalah anak-anakku

Jiwa hiba..walau terpisah jua
>...

~ 0 ~

Juni Senja

Merekahlah sayang…
pada bulan juni di penghujung senja,
kala angin mulai menyesap cakrawala
seraya langit hening meratapnya…

Terbanglah sayang…
pada bulan juni di penghujung senja,
kala bulan enggan ke peraduannya
seraya bintang menyapa cinta

Juni senja menyapa kita
Juni senja menyatukan kita

Lalu, Kemarilah sayang…
dengan rasa yang menggelayut manja,
kala embun mengantarkan sebuah kata
bersama rasa yang >>...

~ 0 ~

cerita luka & sepi

Goresan luka pedih sekali,
Dibancuh air perih terasa,
Tak kau bawakan pemanis?
Tapi ku takut malah menjadi komplikasi.

Seru ku anggap panggilan,
Dirimu yang terindah katanya,
Cinta yang kau ucap terasa indah pada masanya,
ku disini bersedia menompang cinta.

Tiba-tiba engkau bawa luka,
Tanpa kau berikan ubatnya,
Pergi tanpa pamit,
Hilang bak dimakan waktu.

Aku disini pencipta sepi,
>...

~ 0 ~