Kumpulan Puisi 3 Bait Hingga 2023

Dari tahun ketahun kegemaran orang membaca semakin berkurang. Jangankan kok menulis puisi untuk 3 Bait dengan kata-kata kiasan. Membaca buku saku saja semakin berkurang. Walaupun ini dipengaruhi banyak faktor, tetap saja merupakan kemunduran. Oleh karena itu, kami berusaha untuk memberikan fasilitas melalui jalur penulisan puisi.

Kami telah menyusun kumpulan karya puisi tentang 3 Bait yang merupakan kiriman para kontributor hingga tahun 2023.

Contoh-contoh puisi 3 Bait

Takut, rasa itu menghantuiku
Setelah perlahan aku lupa tentang kesukaanmu
Wajahmu, tawamu
Dan terlebih, suaramu

Seperti akar yang menjalar lalu mencekik
Aku seperti tercekik
Dalam bingung dan gundah
Aku hanya bisa >>…

freanssie
0

Puisi Cinta Pendek

sisa yang masih ku miliki
kini berkecamuk dengan perihnya dengki
aksara yang terus kudaki
mengusik untuk segera mengisi

tapak kaki yang tertinggal dalam jejak
pandangan ku abstrak
aku tak bisa untuk >>…

bumantara.chandra
0

Puisi Patah Hati Pendek

Memendam rasa yang setiap kali berontak membara
Untuk ungkapkannya dengan indahnya kata-kata
Selayak Perjaka memanah Dewi surga akan asmara
Terhalang dinding betis malaikat penunggu pusara
Impian yang terperi di tembok >>…

abudalta
0

Puisi Cinta Pendek

Kau hanya sepenggal kisah
Yang tak mungkin kutanggalkan
Pada separuh bulan

Kau hanya seutas malam
Yang tak mungkin kurangkul
ditepian ketiadaanku

Kau hanya ironi,
Sebagai penunggu pagi
Yang tak dapat kusentuh kembali

Iskandar
7

Puisi Patah Hati Pendek

Ya aku masih disini
Menikmati hari hatiku
Mengisi sepi
Entah dengan siapa

Ya aku masih disini
Menikmati epilog mimpi
Dalam limpahan rasa
Dimanakah kau berada?

Ya aku masih disini
Masih disini >>…

Akhmad mufid syahroni
9

Puisi Cinta Pendek

Kupuisikan puisi cinta ini
Hanya untukmu
Yang memendam rasa diantara kita
Tentang elegi kasih yang terpendam

Kupuisikan puisi ini
Sebagai pengobat lara
Padamu saat aku
Kembali memelukmu lagi
Disaat itu

Kupuisikan puisi >>…

Akhmad Mufid Syahroni
10

Puisi Cinta Pendek

di kelam yang mengikat pekat
ada pinta yang kian penat
tarikan napas sesak
ingat segala hal yang tlah rusak

senyumnya lenyap
tergantikan sendu sembab
lubang di dada kian melebar
sakit mengikisnya >>…

na28
9

Puisi Patah Hati Pendek

Tatkala hati risau akan keras nya dentuman cobaan, pair jantungku terisak.
Kukuh aku menyakini diri akan teguhnya hati.
Namun, lontaran konyol selaksa, hingga muak dibuatnya.
Kalimat-kalimat bohong untuk berteguh hanya >>…

AkalMono
6

Puisi Kehidupan Pendek

Petang itu,
Kulihat samar-samar dari lubang pintu
Wayah layu lunglai menyapu jalan
Menggulung gerimis yang membasahi badan

Petir tidak hentinya menggelegar
Membelah malam mengguncang langit
Menerangi kabut sekejap dalam bayang
Mengurai >>…

I MADE ARISHUDANA
1

Puisi Kehidupan Pendek

Dua belas malam berdetak risau
Suara jangkrik dan lolongan anjing menghiasi malam
Kepala tanpa badan bersuka ria
Diujung jalan setapak langkah menggebu

Malam Jumat kliwon mengeluarkan auranya
Membekukan darah si penyintas >>…

I MADE ARISHUDANA
1

Puisi Horor Pendek

Sawah Ladang Membentang,
Butiran Embun Bersembunyi di Dedaunan,
Kabut Meraba Seluas Pematang,
Sesekali terdengar motor menyusuri jalan.

Inilah pagi di desaku,
Tempat rindu kubawa,
Persinggahan lelahnya kalbu,
Keindahan yang tak ada >>…

pencilspirit
10

Puisi Alam Pendek

Gelap itu terisi hitam pekat bagaikan buta
Perlu adanya cahaya agar bisa meraba
Tidak usah terlalu terang cahayanya
Untuk membakar hitam pekat menutup mata

Gandeng satu tahan seribu
Daun jatuh menyingkap >>…

Eoni
0

Puisi Kehidupan Pendek

Saat ku pandang langit yang biru
Saat itulah kutau luasnya langit
Saat ku pandang langit yang malam
Saat itulah kutau banyaknya bintang

Saat ku berbaring didalam kamar
Saat itulah terbayang sebuah >>…

Angga Setiawan
9

Puisi Alam Pendek

Pertiwi yang kami sebut ibu bangsa
Sedari kami dalam kandungnya
Tak sedikit lara disangga
Pertiwi, ibu kami yang malang
Bersamanya halang rintang
Baginya bukanlah pengadang
Tetap kami tumbuh berkembang
Di >>…

Wahyu Eka Nurisdiyanto
10

Puisi Corona Pendek

Gelap
Tak dapat kupungkiri
Membahana di setiap hati
Saat aku bertemu
Pada tetes hujan yang kelabu

Gelap
Haruskah aku kembali
Untuk menerangimu
Di setiap malam

Gelap
Harusnya aku disini

Akhmad Mufid Syahroni
10

Puisi Sedih Pendek

Malam telah memberi tahta pada kebisingan
Teriring deru nafas perjuangan
Kantuk memekik-mekik
Tak berguna mengusik

Sarit-sarit binar menyala
Menyulut bara dalam dada
Memikirkan apa dan bagaimana
Bagaimana menjadi apa

Tegahan ombak kian >>…

Masdiyanto
9

Puisi Kehidupan Pendek

Si sialan itu menculik apa yang aku pertahankan
Dan kenapa aku lalai mempertahankan
Hal untuk masa depan, kenapa harus sekarang
Bodohnya aku sampai kecolongan

Pertemuan biasa yang sulit terlupakan
Obrolan garing >>…

Nayoko Estiningtyas
7

Puisi Cinta Pendek