Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

BADAI MEMBADAI

©️ Wahyudiatto

Raga bersorak gempita melambai-lambai bagaskara
Sabastala bermega hitaman seolah tak kan rintiknya
Namun dalamnya, akara merunduk pilu bagai bunga nan layu
Gelisah pilu bagai badai membadai di taman kalbu

Rahsa nan pilu bernaungan harsa nan palsuan
Bukanku tak ingin mendongeng pada insan nan lain
Hanya saja, ingin ku uji tangguhkan taman nan landa badai itu
Ku yakin badai membadai kan berlalu waktu

Ku tak terasing dalam taman nan pilu ini
Adanya akara ilahi merangkul pundak ku berdiri
Adanya raja tuaku penjadi semangat ku
Sungguh kan baik-baik ku

Wahyudiatto,
Minggu, 6 Juni, 2021.


https://www.puisipendek.net/badai-membadai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(Belum ada yang menilai)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Tentang Penulis

Gambar Puisi Tentang BADAI MEMBADAI

Contoh Puisi 4 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Marzuqi kiriman Puisiroh23.

Marzuqi

Marzuqi

Mengenalmu masih menjadi misteri
Apakah aku sedang dimabuk hati?
Rela terpasung dalam ruang delusi
Zona sembah makin kutekuni
Ulung memuji, rona wajahmu bak indurasmi
Qur’an suci kubaca dari sepasang >>…

Puisi Kehidupan, Puisi Patah Hati, Puisi Sedih

Selanjutnya Puisi Kehidupan berjudul Samudra rindu dari Frankky.

Samudra rindu

Samudra rindu

Disaat pahit dan manis bercampur
Bersaman dengan asap-asap yang mengepul
Iringan canda dan tawa menjadi penghibur
Sebuah suara terdengar berkata “Penantian adalah sebuah hal yang menyakitkan”
Tersentak Membangunkan kembali ingatan >>…

Terima kasih Frankky, Wahyudiatto, Puisiroh23 atas kirimannya.

{tag}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi BADAI MEMBADAI

Terbenam

Terbenam..

Lebih dari cukup aku di godamu dengan warna yang tidak pernah berubah dari waktu ke waktu

jingga yang kemerahan dengan senyum manis dari bibir tipismu

yang mungkin aku mulai merindukannya

biarkan >>…

Cinta itu sunyi

Pagi ini, ketika matahari mulai meninggi dan lembah dingin mulai menjadi ramah aku kembali.

Turunlah duduk disampingku jangan kau sungkan, aku kini bukan musuhmu lagi.

Ini sudah ku siapkan secangkir hangat >>…

Anak Lelaki Kecil dan Kopiah Putih

Hidup adalah keajaiban
Yang setiap saat menebar racun mematikan
Teriakan dan suara pecahan kaca
Menyambut telinga dan disaksikan oleh mata
Anak lelaki kecil itu berhadapan dengan ketakutan
Melupakan rasa ingin >>…