Dengar Puisi Bacain Puisi Nilai Download Kutipan Komentar
Gambar Gravatar
R

Anak Lelaki Kecil dan Kopiah Putih

© Rina Fadhilah Putri

 

Hidup adalah keajaiban
Yang setiap saat menebar racun mematikan
Teriakan dan suara pecahan kaca
Menyambut telinga dan disaksikan oleh mata
Anak lelaki kecil itu berhadapan dengan ketakutan
Melupakan rasa ingin bermain dan menggerakkan keuda kakinya menuju lapangan

Sang malaikat tak bersayap pun menghampiri dengan peluh
Menggenggam tangan kecilnya dengan tubuh menahan pilu
Terdengar adzan berkumandang menenggelamkan kalimat sendu
Dengan irama yang mengalir sejuk dan menyentuh kalbu

Anak lelaki kecil itu berlari mengenakan kopiah putih
Menuju masjid untuk bersujud dan mengadu kepada Ilahi
Bukan mainan atau nilai sempurna disekolah nanti
Tapi sosok pahlawan impiannya yang diimpikan untuk kembali

Yang dipinta tak kunjung datang
Pahlawannya hanyalah sosok perundung dan keserakahan
Anak lelaki kecil itu meringkuk menahan pukul merambang
Hingga tubuhnya bertanda corak merah dan kebiruan

Tidak ada malaikat tak bersayap
Dia menghilang dan ruangan penuh dengan kepulan asap
Mencari mengelilingi beton dan mengintip atap
Anak lelaki kecil pun kembali menangis dan meratap

Waktu berjalan dan berubah
Tapi siksa fisik dan psikis tidak pernah sudah
Kapankah semua berhenti? Tidak pernah

Dengan kopiah putih, sujudlah anak lelaki kecil
Di atas sajadah berdoa hening mengharap hasil
Tidak ada harapan, tidak ada impian kata terukir
Hanya kening berpeluh dan getar di bibir

Saksikanlah wahai engkau pahlawan pandir
Itulah sujud terakhir anak lelaki kecil


Puisi Tentang Anak Lelaki Kecil dan Kopiah Putih 8 Bait 31 Baris Oleh Rina Fadhilah Putri

Nilai
9

5 Penilai

Berapa nilai untuk puisi ini ?

Beri nilai dengan tap jumlah bintang dibawah ini. Dari kiri ke kanan 1 sampai 10

Average rating 9.4 / 10. Vote count: 5

Belum ada yang memberi nilai, jadilah yang pertama!

Anak Lelaki Kecil dan Kopiah Putih
Di atas sajadah berdoa hening mengharap hasil

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

0

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Contoh Puisi 8 Bait

Contoh Puisi 31 Baris

Puisi diatas termasuk tema Puisi Anak, Puisi Kehidupan, Puisi Sedih

Puisi lain kiriman Syahlala, Rina Fadhilah Putri, Novi Liyani Zalukhu bisa anda telusuri, di beberapa tema diatas.

Puisi Panjang, Puisi Sekolahku

Puisi Anak Lelaki Kecil dan Kopiah Putih merupakan contoh rima ( an--an--ca--ta--an--an----uh--lu--du--bu----ih--hi--ti--li----ng--an--ng--an----ap--ap--ap--ap----ah--ah--ah----il--il--ir--ir----ir--il-)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *