Puisi Lingkungan

merupakan Kumpulan puisi-

Puisi Lingkungan

terbaru hingga 2015
. Beberapa karya puisi pendek, kami ambil dari facebook atau twitter, baik itu inbox atau dm. Bila anda mempunyai puisi singkat bisa upload di laman facebook kami atau twitter, Puisi Lingkungan tersebut akan diberi penilaian oleh pengunjung PuisiPendek.Net dengan mengeklik 5 gambar hati pada setiap halaman puisi yang mewakili 5 nilai. Terima kasih

Aku Berada Kembali

Aku berada kembali Banyak yang asing air mengalir tukar warna,kapal kapal, elang-elang serta mega yang tersandar pada khatulistiwa lain rasa laut telah …

Dari Bentangan Langit

Dari bentangan langit yang semu Ia, kemarau itu, datang kepadamu Tumbuh perlahan. Berhembus amat panjang Menyapu lautan. Mengekal tanah berbongkahan menyapu hutan …

Pada Suatu Hari Nanti

Pada suatu hari nanti, Jasadku tak akan ada lagi, Tapi dalam bait-bait sajak ini, Kau tak akan kurelakan sendiri. Pada suatu hari …

Anak Nakalku

kemana saja kamu hingga kotor mukamu,, kesayanganku dengan muka yang kotor,, aku mencarimu sampai ikut kotor,, dan mencuci semua bajumu,, aku menemukan …

Cinta Hukum

Walau jarak kita bagai matahari dan pluto saat aphelium Amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan hatiku Seindah gerak harmonik sempurna tanpa gaya pemulih …

Masyarakat

Puluhan, ratusan bahkan ribuan, Lalu lalang manusia bertebaran di muka bumi, Terbagi oleh wilayah-wilayah,, Banyak harapan, banyak perbuatan,, Setiap harapan beda dengan …

Koran Peradaban

Angin menghela nafasnya, Seolah beban membawa cuaca, Pucuk pepohonan menari tarian gila, Mabuk oleh air haram manusia. Bumi malas menjaga anak-anak, Lempeng-lempeng …

Televisi

Sejak tabung sinar katoda sihir telah bersentuhan dengan dunia sinarnya merusakmu, tentu saja turut mengubah perilakumu Kini kau menyentuhnya menggesernya ke kanan …

Drakula dan Kelelawar Berdasi

Kalau saja Bram Stoker orang Indonesia di jaman kini inspirasi drakula adalah mereka para kelelawar berdasi menghisap darah sesama menyedot kering harga …

Sudut Pandang

Kita lahir dari rahim yang sama Membuka mata di saat berbeda Aku menolongnya kau mencacinya Tapi kau yang jeli dan aku tertipu …

Minggu pagi

Kapan kali terakhir kita merasakan mata yang memandangi sibuknya burung gereja, hinggap diantara ruas pohon muda, tarikan nafas lega sedalam dalamnya, tak …