Puisi Alam

Kumpulan Puisi Alam Hingga 2017

Puisi Alam merupakan kumpulan puisi tentang keindahan alam. Semua orang pasti dapat menikmati berbagai keindahan alam semesta dengan caranya masing-masing, sebagai contoh menikmati pegunungan, sawah ladang, pantai, hutan, sabana, padang rumput bahkan alam yang paling tandus seperti gurun. Bumi dengan segala isinya merupakan keindahan luar biasa dari Sang Pencipta, agar senantiasa kita syukuri. Lewat Puisi tentang Alam, kami kagumi seluruh semesta ciptaan-Nya lewat bait-bait kata.

Berikut adalah kumpulan judul puisi tentang berbagai tema beserta cuplikan baitnya, untuk memudahkan anda bila mencari contoh-contoh puisi, atau melihat Kumpulan Puisi-Puisi Alam terbaru dan terupdate karya kontributor kami.

Puisi Alam

pantai

Oleh aden x wonokerto pekalongan

ditepi pantai kupejamkan mata lelah tak tau harus berbuat apa tergeletak dihamparan pasir dihiasi dengan ribuan sampah yg tersebar hanya bisa terdiam …

Kuduga lautmu tuhan

Oleh S.syahmi

Semilir di hilir Bertongkah arus keras mengalir Derasnya sama dan kemas Kerap dan malar selalu mengusir Lalu bagaimana hendak kutulis Seribu garit …

BULAN DAN MATAHARI

Oleh Sastera Melayu

siang , sering mengingatkan aku kepada matahari Manakala malam, sering mengingatkan aku kepada bulan, keduanya saling melengkapi siang dan malam, matahari tidak …

Tangan Tak Bertanggung Jawab

Oleh Nafid(Nafeede)

Hancur segalanya Akibat yang sederhana Namun berat nan besar Terlihat biasa namun menghancurkan Udara yang segar Kini tak terhirup kembali Burung yang …

Bukit

Oleh Danny Faldy

Ia duduk bersimpuh di atas bukit Memandangi sekitar, dari luasnya savana Ia rebahkan badannya, diatas rumput-rumput Hingga tak terlihat oleh ilalang yang …

Putri Purnama

Oleh PencilSpirit

Taukah kamu lamanya kumenunggu, Suburnya mimpi ditanah haru, Dengan terang cinta dipadang savana, Cahaya temaram darimu putri purnama. Adakah rasa jemu ku …

Dari Bentangan Langit

Oleh Editor PuisiPendek.Net

Dari bentangan langit yang semu Ia, kemarau itu, datang kepadamu Tumbuh perlahan. Berhembus amat panjang Menyapu lautan. Mengekal tanah berbongkahan menyapu hutan …

Pada Suatu Hari Nanti

Oleh Editor PuisiPendek.Net

Pada suatu hari nanti, Jasadku tak akan ada lagi, Tapi dalam bait-bait sajak ini, Kau tak akan kurelakan sendiri. Pada suatu hari …

Akhir Cahaya

Oleh Denza Perdana

Seakan dunia sedang tertawa tergelitik oleh tingkah manusia sujud punya makna jumawa zalim kian lazim dan biasa Maka bumi berguncang manasuka setelah …

Sebutir Debu

Oleh Editorial PuisiPendek.Net

Aku hanya sebutir debu yang memburamkan kilau tak pantas berada diatas suci tak bisa menghindar saat angin hembuskan aku untukmu, lalu terbang …

Tangisan Malam

Oleh Editorial PuisiPendek.Net

Dibawah salah satu sisi langit, Aku terduduk diantara cahaya bulan dan lampu taman. Berharap suatu keajaiban kan datang padaku, Membawa serta alunan …

Malam Puisi Surabaya 2015

Oleh Anonymous Letter

Datang dengar dan bacakan puisimu disini. Kaya Resto @ Coffee Holix Jl. Jemursari 144 Surabaya Sabtu 10 Oktober 2015 Pukul 19.00 wib

Minggu pagi

Oleh PencilSpirit

Kapan kali terakhir kita merasakan mata yang memandangi sibuknya burung gereja, hinggap diantara ruas pohon muda, tarikan nafas lega sedalam dalamnya, tak …