Pekerja

Oleh PencilSpirit

Langkahku kian berat,
Tiada satupun wajah hangat,
Hanya kerumunan pejalan membawa penat,
Suatu sore pukul 5:20 tepat.

Manusia kian linglung dicambuk tenggat,
Demi pencapaian menaikkan derajat,
Jangankan untuk memberi manfaat,
Mensyukuri saja serasa tak sempat.

Pekerja membabi buta,
Tak ada waktu selain bekerja,
Letih pun tak juga tiba,
Sampai akhirnya sadar dan telah tua,
Menghitung apa yang telah terlewat,
Didepan sebuah pintu akhirat.

“Hidup ini singkat, manfaatkan waktu sebaik mungkin, bekerja sekedarnya, bermain sekedarnya, bersenang2 sekedarnya dan berdoa sebanyak2nya”

Komentar Kamu ?
Kirim Puisi ke:

Puisi Oleh PencilSpirit

Akrab dengan sapaan Mas Bo, yang suka dengan keindahan bunyi kata dan kalimat meskipun bukan penyair (katanya sih..). Suka dengan segala yang berbau seni, namun bukan seniman, karena menurutnya tak satupun dimensi seni-seni itu bisa dikuasainya. Kalau ingin copy paste puisi doi, kami mohon dengan segala kerendahan hati untuk mencantumkan nama pembuat atau link halaman ini ya.

View all author posts →