Page 22

Draft Doa

Oleh Anonymous Letter

Jangan berdoa untuk hidup mudah, berdoalah untuk menjadi pribadi kuat. Jangan berdoa untuk tugas-tugas yang sesuai dengan kekuatanmu, berdoalah untuk kekuatan yang …

Modus sendirian

Oleh PencilSpirit

Aku tak takut siluman, Hanya karena disini sendirian, Bukan karena malangnya kesepian, Atau kakunya kebosanan. Aku gelisah akan senyuman, Tapi bukan tentang …

Secangkir Rindu

Oleh Editorial PuisiPendek.Net

Baru saja hendak kutawarkan secangkir rindu yang pekat, ternyata malam terlebih dahulu merenggutmu dalam lelap, Baiklah, akan kuseduh pahitnya perlahan-lahan, dan manisnya, …

Sahabat Putih-Biru

Oleh Editorial PuisiPendek.Net

Kujelajahi sejarah kenangan kuputar rekaman masalalu menghadirkan kembali masa itu masa-masa putih-biru Walau terombak waktu potret wajahmu melintas seketika teringat sosokmu sosok …

Pemimpin Terakhir

Oleh PencilSpirit

Sudut bibirmu selalu naik, Sikapmu ramah begitu simpatik, Pun ketika kau usap wajah dari baunya ludah, Juga saat darah mengalir di wajahmu …

Menyesap Kopi di Suatu Pagi

Oleh Editorial PuisiPendek.Net

Mari, kuajak kau menuang kopi pada selembar lepek agar semua bebanmu-bebanku larut dalam tiap tetes pekatnya Hingga akhirnya kita tuntaskan dahaga pada …

Drama

Oleh Denza Perdana

Kalau hidup itu instan, nyatanya tidak demikian. Harapan selalu ada dan doa tidak terjawab saat itu juga. Hidup sekali-kali memang dramatis, sedangkan …

Televisi

Oleh Denza Perdana

Sejak tabung sinar katoda sihir telah bersentuhan dengan dunia sinarnya merusakmu, tentu saja turut mengubah perilakumu Kini kau menyentuhnya menggesernya ke kanan …

Drakula dan Kelelawar Berdasi

Oleh Denza Perdana

Kalau saja Bram Stoker orang Indonesia di jaman kini inspirasi drakula adalah mereka para kelelawar berdasi menghisap darah sesama menyedot kering harga …

Kesunyian Ibu

Oleh Denza Perdana

Dahinya adalah jejak sujud yang panjang Perjalanan waktu membekas di pelupuk matanya Derai air mata di pipinya telah mengering Tanpa sisa, tanpa …

Sudut Pandang

Oleh Denza Perdana

Kita lahir dari rahim yang sama Membuka mata di saat berbeda Aku menolongnya kau mencacinya Tapi kau yang jeli dan aku tertipu …

Cinta Terbungkus Pita (2)

Oleh Denza Perdana

Ketika pita telah kaubuka sebingkai cermin kauangkat bukan itu hadiahnya aku tak ingin kau bersolek, sayang aku ingin kau bercermin lihatlah refleksi yang …

Cinta Terbungkus Pita

Oleh Denza Perdana

Hari lahirmu berulang perempuan yang kaupanggil ibu berjibaku dengan hari ini pada tahun yang telah lalu dua dasawarsa lebih sewindu kurang delapan …

Detik Sahabat

Oleh Editorial PuisiPendek.Net

Detik waktu melukis sejarah beragam cerita telah kita lalui suka maupun duka tersimpan dalam memori Sahabat… genggam tanganku aku hadir di hatimu walau …

Sebutir Debu

Oleh Editorial PuisiPendek.Net

Aku hanya sebutir debu yang memburamkan kilau tak pantas berada diatas suci tak bisa menghindar saat angin hembuskan aku untukmu, lalu terbang …