Kesunyian Ibu

Oleh Denza Perdana

Dahinya adalah jejak sujud yang panjang
Perjalanan waktu membekas di pelupuk matanya
Derai air mata di pipinya telah mengering
Tanpa sisa, tanpa ada yang menduga

Ia memilih jalan sunyi untuk bertanya
Hiruk pikuk untuk tersenyum di beranda derita
Menjerit saat lelap berkuasa
Berdoa bukan untuk dirinya

Komentar Kamu ?
Kirim Puisi ke:

Puisi Oleh Denza Perdana

Banyak yang bilang sudah cocok jadi penulis, tapi belum menelurkan buku. Pernah menggeluti jurnalistik, tapi tidak terpanggil untuk menjadi pembawa kabar. Ingin membawakan kabar gembira saja, tapi hidup itu ada manis ada getir. Maka inilah saya apa adanya, Denza Perdana saja.

View all author posts →