Hujan Musim Semi

Oleh Jayanto Halim Tjoa

Tiada yang lebih merdu;
Selain suara hujan di musim semi itu;
Irama rintik rindu semestaku;
Menanti mekarnya bunga di pohon itu;

Tiada yang lebih candu;
Selain aroma hujan di musim semi itu;
Wewangian tanah yang berpalut rinduku;
Mempertegas kabut kerinduan di jalan itu;

Namun tiada yang lebih pilu;
Selain perpisahan berpayung hujan musim semi itu;
Perakaran pepohonan yang menyerap rasaku;
Membiarkan cintaku hanyut tak terucap di awal musim semi itu.