Cinta Yang Tertempuh

Oleh PencilSpirit

Waktu kecil aku sering bermimpi,
Bersanding dengan titisan dewi atau seorang putri,
Bahkan kuyakin seseorang tercipta dari tulang rusuk sebelah kiri,
Bagian yang hilang dan akan kutemukan nanti.

Namun sayangnya hidup bukanlah dongeng peri,
Tak pernah terwujud hanya dengan imajinasi,
Sosok yang hanya sebatas ruang persepsi,
Cinta yang melambung sendiri lantas jatuh dan patah lagi.

Tapi…
Perjalanan belum berhenti,
Islam mengabarkan penciptaan pasangan dari jiwa yang satu,
Awalnya kukira Tuhan membelah satu jiwa menjadi dua diri,
Namun ternyata tak sesederhana itu.

“Jiwa yang satu adalah dua orang yang saling memberikan cinta satu sama lain seolah mereka adalah satu,
Tuhan tidak serta merta menciptakan jodohmu, namun ia menggariskan perjalanan cintamu, dan pada akhirnya kau akan menemukan refleksi dari cintamu sendiri pada org lain yang berbalik mencintaimu dengan kedalaman yang sama.”

Untukmu keajaiban kecilku,
Kita ada bukan akan melewatkan satu sama lain,
Namun berhenti dan berteduh dibawah pohon cinta,
Untuk bersiap meneruskan perjalanan bersama.

Zakiya yang melekat padamu,
Tumbuhkan hingga terus berarti murni dan suci,
Sasongko yang ada padaku akan jadi lahannya.
Hingga kelak kita akan menikmati mekarnya bunga-bunga kenangan,
Yang daripadanya jadilah sepasang buah kembar.

Dipermukaan rembulan.

Puisi Oleh PencilSpirit

Akrab dengan sapaan Mas Bo, yang suka dengan keindahan bunyi kata dan kalimat meskipun bukan penyair (katanya sih..). Suka dengan segala yang berbau seni, namun bukan seniman, karena menurutnya tak satupun dimensi seni-seni itu bisa dikuasainya. Kalau ingin copy paste puisi doi, kami mohon dengan segala kerendahan hati untuk mencantumkan nama pembuat atau link halaman ini ya.

View all author posts →